Ishak Pardosi
Ishak Pardosi profesional

The Mercy's Still Alive (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Melihat Peluang Warga Cilodong Menang Lari Maraton

6 Oktober 2017   23:20 Diperbarui: 7 Oktober 2017   03:33 1224 0 0
Melihat Peluang Warga Cilodong Menang Lari Maraton
Prajurit Kostrad dan warga lari bersama (dok pribadi)

Bagi mereka yang tinggal dekat dengan markas militer, tentu tak asing lagi dengan segala jenis kegiatan yang sering dilakukan oleh para prajurit. Setiap hari, dari pagi hingga malam, kegiatan tentara memang tidak ada hentinya. Dari yang paling ringan seperti push up, berlari, hingga latihan menembak. Begitupun dengan saya, yang kebetulan sudah hampir tiga tahun menetap di kawasan Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Tinggal berdekatan dengan markas Kostrad Cilodong, membuat saya menjadi terbiasa dengan kegiatan rutin para prajurit. Salah satu yang paling mencolok adalah bagaimana para prajurit rutin menggelar latihan berlari. Paling menarik di saat kegiatan berlari tersebut digelar pada hari Minggu dengan mengelilingi markas Kostrad, di bawah pepohonan rindang dan terlihat rapi dan bersih. Sembari berlari, prajurit akan menyanyikan lagu-lagu khas tentara.

Menariknya lagi, meski berada di dalam markas tentara, warga sekitar Cilodong juga diberikan pihak Kostrad untuk melakukan olah raga. Nah, olah raga yang paling digemari tentu saja adalah olah raga berlari. Selain area olah raga yang terbilang lapang, semangat warga semakin terpacu dengan kehadiran ratusan tentara yang juga ikut berlari. Para warga yang terdiri dari usia muda hingga tua, biasanya akan menempel di bagian belakang barisan tentara yang sedang berlari.

Rutinitas berlari yang sangat ramai di akhir pekan tersebut, juga menjadi salah satu sarana perekat antara masyarakat dengan prajurit. Usai berlari, sejumlah warga seperti biasanya akan sibuk dengan ponsel pintar masing-masing untuk sekadar berswafoto dengan tentara maupun rekan-rekannya.

Dewi, seorang ibu rumah tangga, merupakan salah seorang yang selalu melakukan kegiatan berlari setiap Minggu di lapangan Kostrad. Meski berstatus ibu rumah tangga, Dewi mengaku perlu melepas kepenatan mengurus keluarga melalui olah raga berlari. Dewi rupanya tak sendiri, tetapi bersama dengan rekan ibu-ibu yang kebetulan tinggal satu kompleks perumahan. "Kami janjian setiap Minggu pagi lari bersama," Dewi bercerita.

Lebih dari itu, kegiatan rutin berlari tersebut sejatinya merupakan modal yang lebih dari cukup yang telah dimanfaatkan warga Cilodong untuk mengikuti ajang berlari semi profesional maupun profesional. Hal ini terbukti dari warga Cilodong yang sudah beberapa kali tampil di ajang lari semi profesional, baik di tingkat Kota Depok maupun di Jakarta.

Tujuannya tak lain hanya ingin berpartisipasi, meski tidak memungkiri sebagai upaya alternatif mencari keuntungan materi. "Siapa tahu kita menang dan dapat hadiah uang," ujar Andri, pria yang sehari-hari menekuni jasa servis komputer ini.

Vemri, warga Cilodong lainnya, menyebutkan, rata-rata stamina berlari warga sekitar markas Kostrad Cilodong sudah lumayan mumpuni. Ketersediaan lapangan berlari merupakan modal yang saat ini jarang ditemui di kota-kota besar di Indonesia. Maka tak heran apabila warga Cilodong sangat antusias mengikuti ajang berlari, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Alhasil, Andri dan Vemri pun tampak bersemangat saat mengetahui adanya event berlari Mandiri Jakarta Marathon 2017. "Kami yakin warga Cilodong punya kesempatan untuk memenangi event semacam itu," ujar Vemri.