Mohon tunggu...
Panca Nugraha
Panca Nugraha Mohon Tunggu...

Saya seorang wartawan, penulis. Bekerja sebagai koresponden harian The Jakarta Post untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Kata Menteri Desa, Tak Akan Ada Rakyat Miskin di Indonesia Jika Ini Dilakukan

27 Mei 2017   14:44 Diperbarui: 27 Mei 2017   15:18 527 0 0 Mohon Tunggu...

"Desa adalah kenyataan, Kota adalah pertumbuhan. Desa dan Kota tak bisa dipisahkan, tapi Desa harus .. DIUTAMAKAN !!!" lirik lagu Desa, milik mas Iwan Fals.

Waktu mendengar pidato sambutan Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo, di acara penanaman bibit bawang putih bersama, Rabu 24 Mei, di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), saya mendadak jadi teringat lagu Desa milik mas Iwan Fals itu.

Lewat lagu Desa, kira-kira mas Iwan Fals ingin menekankan, bahwa Pemerintah harusnya lebih memperhatikan dan memprioritaskan pembangunan di Desa-Desa; Desa harus jadi kekuatan ekonomi bangsa ini.

Kenapa saya mendadak ingat lirik lagu Desa itu? Karena ada semangat yang sama dengan dan luar biasa dalam pidato Menteri Eko, saat itu; bagaimana pemerintah akan memperjuangkan penguatan ekonomi desa dengan kerjasama lintas kementerian dan keberpihakan anggaran.

"Mulai tahun depan, pemerintah akan menaikkan Dana Desa dua kali lipat. Kalau saat ini rata-rata Desa menerima Rp800 juta, maka tahun depan akan ditambah lagi Rp800 juta," kata Menteri Eko.

Tapi, para Kepala Desa jangan senang dulu. Kenaikan dana desa itu, bukan gratisan. Sebab, untuk menikmati kenaikan dana desa itu, Desa diwajibkan harus memiliki program pembangunan desa yang fokus, memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan harus membangun embung air untuk pertanian.

Dengan memfokuskan program pembangunan di desa, sesuai potensi lokal yang dimiliki, di sektor pertanian, pariwisata, atau industri keratif dan UKM, maka skala-skala produksi di tingkat desa bisa ditingkatkan.

"Kenapa di desa banyak rakyat miskin?, karena kurang lapangan pekerjaan. Persoalannya karena skala usahanya kecil-kecil dan tidak fokus, sehingga biaya produksi tinggi karena harus melalui mata rantai distribusi yang panjang," kata Menteri Eko.

Menurut Eko, skala produksi yang kecil di desa, juga tidak memungkinkan minat investasi untuk sarana pasca panen, procesing, dan gudang, untuk masuk sebab dinilai tidak ekonomis.

Dengan adanya skala produksi yang besar dan terfokus maka pasca produksi dan gudang bisa dimasukan ke setiap desa sehingga waktu panen petani tidak pusing pikirkan harga," katanya.

Untuk membantu tiap daerah bisa fokus, Menteri Eko memaparkan, saat ini setiap pekan, Kementerian Desa PDTT dengan koordinasi bersama 19 Kementerian lainnya, termasuk Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian, selalu mengumpulkan 5 sampai 10 Kepala Daerah, Bupati dan Walikota yang memiliki inovasi pengembangan produk di wilayah mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x