Mohon tunggu...
Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Saat Indekos, Mendingan Beli Makanan atau Masak Sendiri?

8 Desember 2019   10:51 Diperbarui: 13 Januari 2022   16:53 719
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak kost (Sumber: hellosehat.com)

Menarik melihat para pejuang rupiah maupun pengejar ilmu yang memilih indekos untuk berteduh dari hujan dan panas. Terserah mau sendiri atau berdua, berdua atau bertiga, yang penting aktivitas sehari-hari harus terus berlanjut. Jika memang sudah kukuh hati untuk sendiri, mengapa harus ramai-ramai?

Salah satu hal penting yang tidak dapat ditinggalkan sebagai anak kos adalah masalah makan. Uang kos jalan, makan juga harus jalan. Kerja jalan, makan juga harus terus. Sekolah libur, makan pun harus tetap jalan. Bahkan, banyak orang lebih memilih menunda bayar uang kos daripada tidak makan.

Terang saja, seseorang dengan pola makan yang tidak teratur akan mudah terserang penyakit. Jika sudah sakit, semua tingkah lemah lembut akan berubah menjadi semi brutal, dan sistem keuangan akan terganggu. Itulah sebaiknya anak kos jangan sampai sakit.

Lauknya terserah, yang penting perut bisa terisi. Jika pandai mengatur keuangan, biasanya makanan sehari-hari saat indekos bisa bervariasi. Sebaliknya, jika amburadul dalam hal keuangan bisa-bisa makan enak hanya di awal bulan saja. Akhir bulan? Mi instan atau bakwan sudah cukup. Hohoho

Ilustrasi dari youtube.com
Ilustrasi dari youtube.com
Opsi lain yang bisa ditempuh agar tetap makan enak adalah dengan meminjam uang kepada teman sebelah, rekan kerja, atau rekan sekolah. Hanya saja, persoalan meminjam uang kadang-kadang banyaklah tabunya daripada dapatnya. Terang saja, orang lain juga sedang sekolah, orang lain juga butuh uang, dan orang lain pula mau bayar sewa indekos.

Mau tidak mau seorang anak kos harus mengatur sistem keuangannya agar kebutuhan makan dapat terpenuhi. Caranya?

Beli Makanan


Bagi mereka yang tidak mau repot biasanya lebih memilih beli makanan sendiri atau memanfaatkan jasa boga untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari. Alhasil, mereka tidak perlu bersusah payah membawa peralatan masak dari kampung atau bahkan membeli peralatan masak.

Jika bel perut sudah berbunyi, mulailah bergegas keluar kamar dan mencari rumah makan. Sembari cari angin dapat cuci mata, dan saat kembali perut sudah kenyang. Lauk tinggal pilih sesuka hati karena biasanya biaya makan di dekat kos relatif lebih murah. Pemilik rumah makan tahu kadar keuangan anak kos, dan sekalian bisa promosi untuk menarik pelanggan lebih banyak.

Jika takut masuk angin dan malas keluar, anak kos bisa memanfaatkan jasa catering baik melalui ojol maupun langganan dengan rumah makan tertentu. Lagi-lagi sayur bisa di desain sedemikian rupa, sesuai dengan mood.

Namun, agaknya opsi beli makanan begitu mengguncang keuangan anak kos. Baru makan, belum cemilan, jus, serta kopi panasnya. Jika semua harus dibeli, maka bangkrutlah! Akhirnya opsi ini hanya bisa ditempuh oleh anak kos yang berduit.

Ingin berhemat, sebenarnya tetap bisa yaitu dengan cara membatasi diri untuk membeli cemilan secara berlebihan, atau pun mau berganti lauk. 

Pagi beli lontong, siang beli nasi telur, dan malam beli nasi ayam. Bisa juga pagi beli nasi telur, siang beli nasi pindang, malam beli nasi rendang. Wah, kok tambah mahal ya? Hihihi. Sekali dua kali tak mengapa kalinya...

Masak Sendiri

Opsi kedua bagi para indekos adalah masak sendiri. Memang awalnya agak repot karena harus menyiapkan kompor, kuali, panci, cerek, rice cooker, bahkan termos. Tapi, di balik kerepotan itu ada nikmat yang tidak bisa didustakan.

Pengeluaran lebih irit karena tidak melulu harus membeli makanan siap jadi. Bahkan, jika mau lebih irit, masaknya bisa sekali saja. Misalnya pagi masak sambal dan telur dadar. Telur dadar dibagi menjadi 3 untuk masing-masing jatah pagi, siang, dan malam.

Jika ada tamu bagaimana? Biasanya tamu itu malu-malu saat kita menawarkan makan. Secara, kita kan anak kos, meskipun ada dari mereka yang tidak tahu malu. Hihihi. Tamu yang mau ikut makan biasanya rela untuk membeli mi instan berikut dengan telur dan cabe rawitnya. Ini tentu rezeki tambahan bagi para penghuni indekos.

Memang tidak bisa dipungkiri asin manis asam pahit kita telan saat masak sendiri. Tapi itu nikmat yang bisa jadi pengalaman untuk masak esok hari. Kadang, selera kita sayur A maunya sedikit asin, dan lauk B sedikit pedas. Kita yang masak, jadi suka-suka.

Yang memang tidak bisa masak bagaimana?

Kadang beberapa anak kos lebih ingin memilih untuk beli makanan daripada masak, tapi orangtua mereka begitu kukuh meminta mereka agar memasak saja. Pertimbangannya adalah agar lebih irit dan tidak menghambur-hamburkan uang dengan terlalu banyak makan ini itu.

Setidaknya bisa masak mi instan, karena biasanya setiap anak kos kedatangan beberapa dus mi instan setiap awal bulan. Tapi ya, jangan mi melulu. Kasihan lambung dan usus, masih muda dan semangat tapi isi perutnya sudah radang-radang. Hmm. Bijak ya dalam mengonsumsi mi.

Jika memang benar-benar tidak selera masak walaupun sebatas mi, maka bisa hanya masak nasi dan kemudian membeli lauk matang. Sambal kering maupun goreng-goreng biasanya cukup awet sehingga bisa dikonsumsi dalam satu hari.

Bisa pula sekadar masak nasi lalu beli gorengan seperti bakwan, pempek, perkedel dan risoles. Lalu? Makan pakai nasi. Bahkan, ada candaan dari teman saya saat makan nasi berlauk gorengan:

"Pake kuah zy..." sembari menyodorkan air minum kemasan ke depan muka. Haha

Sejatinya, bagaimanapun cara untuk berhemat dari makan jangan sampai terlalu menekannya dengan dalih ini terlalu boros dan itu terlalu buang-buang uang. 

Sesekali jika selera lagi memuncak, bolehlah makan yang enak-enak. Tapi dengan catatan tidak "balas dendam"  menelan makanan berikut dengan piringnya.

Jangan sampai pula hanya makan satu hari satu kali bahkan hanya dengan mi instan saja, demi menghemat uang. Hemat sih, tapi kalau sudah sakit kadang biaya kos 3 bulan pun tak bisa menutupinya.

Oleh karena itu, bijaklah. Hidup anak kos kadang begitu keras, tapi ada keindahan dan pengalaman yang tidak terlupakan. Dan yang penting adalah, semoga sehat selalu.

Salam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun