Mohon tunggu...
Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Saat Indekos, Mendingan Beli Makanan atau Masak Sendiri?

8 Desember 2019   10:51 Diperbarui: 13 Januari 2022   16:53 719
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak kost (Sumber: hellosehat.com)

Ingin berhemat, sebenarnya tetap bisa yaitu dengan cara membatasi diri untuk membeli cemilan secara berlebihan, atau pun mau berganti lauk. 

Pagi beli lontong, siang beli nasi telur, dan malam beli nasi ayam. Bisa juga pagi beli nasi telur, siang beli nasi pindang, malam beli nasi rendang. Wah, kok tambah mahal ya? Hihihi. Sekali dua kali tak mengapa kalinya...

Masak Sendiri

Opsi kedua bagi para indekos adalah masak sendiri. Memang awalnya agak repot karena harus menyiapkan kompor, kuali, panci, cerek, rice cooker, bahkan termos. Tapi, di balik kerepotan itu ada nikmat yang tidak bisa didustakan.

Pengeluaran lebih irit karena tidak melulu harus membeli makanan siap jadi. Bahkan, jika mau lebih irit, masaknya bisa sekali saja. Misalnya pagi masak sambal dan telur dadar. Telur dadar dibagi menjadi 3 untuk masing-masing jatah pagi, siang, dan malam.

Jika ada tamu bagaimana? Biasanya tamu itu malu-malu saat kita menawarkan makan. Secara, kita kan anak kos, meskipun ada dari mereka yang tidak tahu malu. Hihihi. Tamu yang mau ikut makan biasanya rela untuk membeli mi instan berikut dengan telur dan cabe rawitnya. Ini tentu rezeki tambahan bagi para penghuni indekos.

Memang tidak bisa dipungkiri asin manis asam pahit kita telan saat masak sendiri. Tapi itu nikmat yang bisa jadi pengalaman untuk masak esok hari. Kadang, selera kita sayur A maunya sedikit asin, dan lauk B sedikit pedas. Kita yang masak, jadi suka-suka.

Yang memang tidak bisa masak bagaimana?

Kadang beberapa anak kos lebih ingin memilih untuk beli makanan daripada masak, tapi orangtua mereka begitu kukuh meminta mereka agar memasak saja. Pertimbangannya adalah agar lebih irit dan tidak menghambur-hamburkan uang dengan terlalu banyak makan ini itu.

Setidaknya bisa masak mi instan, karena biasanya setiap anak kos kedatangan beberapa dus mi instan setiap awal bulan. Tapi ya, jangan mi melulu. Kasihan lambung dan usus, masih muda dan semangat tapi isi perutnya sudah radang-radang. Hmm. Bijak ya dalam mengonsumsi mi.

Jika memang benar-benar tidak selera masak walaupun sebatas mi, maka bisa hanya masak nasi dan kemudian membeli lauk matang. Sambal kering maupun goreng-goreng biasanya cukup awet sehingga bisa dikonsumsi dalam satu hari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun