Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pecinta Tilawah

Selalu menanam harapan walau kemarau panjang.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Duhai Orangtua, Tetaplah Temani Anakmu Belajar di Rumah

20 Oktober 2019   11:58 Diperbarui: 20 Oktober 2019   15:17 0 33 9 Mohon Tunggu...
Duhai Orangtua, Tetaplah Temani Anakmu Belajar di Rumah
Ilustrasi anak belajar sendiri. (Sumber: harrania.com)

"Nak, di sekolah belajar baik-baik ya! Jangan main terus... Patuhi perintah guru, bajunya jangan dikotori. Nanti sudah selesai langsung pulang ke rumah!"

Rasanya kita rindu dengan pesan-pesan orangtua saat SD dulu. Mereka begitu perhatian dengan kita. Hari pertama kita sekolah, orangtua menyempatkan dirinya untuk mengantar kita ke sekolah. Hari kedua demikian, hari ketiga, bahkan hampir satu minggu lamanya.

Masa-masa itu sungguh spesial. Walaupun orangtua dulunya mungkin tidak tamat SD, tapi sikap mereka seakan lebih pandai dari seorang profesor. Tak perlu beribu ungkapan kata-kata ilmiah, tapi cukup dengan kata-kata sederhana seraya tersenyum.

Saat kita pulang, orangtua sudah menanti kita. Bukan pembantu, bukan pula penjaga kebun melainkan ayah atau ibu kita. Ketika kita menginjak teras, orangtua kita sudah membuka pintu rumah dan segera menyambut kedatangan kita.

Belum selesai sampai di sana, kita segera diminta untuk ganti baju. Baju pun disiapkan, dan setelah kita keluar dari kamar, makan siang sudah siap di meja makan.

Jikapun orangtua kita adalah petani, biasanya kita akan diminta untuk segera pergi ke kebun setelah pulang sekolah. Ceritanya pun sama, orangtua senantiasa menanti kita dan menyempatkan dirinya untuk makan siang bersama kita, walaupun di tengah kebun atau di pondok.

Biarkan Sejenak Mereka Bermain

Jika kita sudah pulang sekolah, sudah ganti baju, serta sudah makan, orangtua mempersilahkan kita untuk bermain. PR bagaimana? Nanti dulu, ini bukanlah kisah Upin-Ipin dengan Kakaknya yang Garang itu!

Kita boleh bermain asal jangan pulang kesorean. Main bola, main sepeda, main masak-masakan, main karet, petak umpet, hingga main ke rumah teman. Selama kita tidak banyak ulah, selama itu pula kita selalu disenangi orangtua.

Beda hal jika kita tidak segera pulang ke rumah saat selesai sekolah. Belum ganti baju, belum makan siang, kita sudah bermain ke rumah teman dan akan pulang jika langit sudah kemerahan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5