Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pecinta Tilawah

Selalu menanam harapan walau kemarau panjang.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Melihat Langsung Proses Pembuatan Gula Aren Khas Curup

13 Oktober 2019   21:17 Diperbarui: 14 Oktober 2019   20:40 0 38 20 Mohon Tunggu...
Melihat Langsung Proses Pembuatan Gula Aren Khas Curup
Pencetakan Gula Aren. (Dokumentasi pribadi)

Gula aren harus menempuh perjalanan panjang sebelum bisa jadi cuka pempek, permen tamarin, ataupun kuah cendol. Proses pembuatan gula aren memakan waktu yang cukup lama. Tidak sekadar 1-2 jam, melainkan bisa mencapai 5-8 jam.

Tak heran, pembuat gula aren (gula merah, gula enau) harus mempunyai fisik yang prima dan mental yang cukup kuat, terutama untuk menahan emosi. Terang saja, proses memasak gula aren tidak seperti masak mie instan pakai kompor gas, atau masak nasi pakai magicom.

Gula aren harus dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar. Karena perapian dan belangei (belanga, wajan, kuali) yang besar, maka jumlah kayu yang diperlukan juga harus banyak. Dari sinilah emosi bisa meningkat, karena asap yang berkeliaran di mata.

Beruntung bagi para pembuat gula aren yang punya lahan bertanamkan kayu bakar, seperti contohnya ayah saya sendiri. Berkah dari warisan orangtua berupa kebun kopi dan aren (enau) berlokasi di desa Air Meles Atas Curup, Bengkulu, yang di sela-selanya terdapat pohon johar dan petai cina, membuat ayah tidak perlu repot membeli kayu.

Hanya saja, proses pengangkutan kayu-kayu bakar yang kadang jauh dari pondok agaknya cukup melelahkan. Namun jika sudah biasa melakukannya, semua itu bukanlah soal.

Dalam proses pembuatan gula aren, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Mulai dari penyadapan bunga aren, memasak niro (nira) sampai kental, pengadukan, pencetakan, hingga pengeringan gula.

Penyadapan Tandan Bunga Aren

Penyadapan bunga Aren. (Dokumentasi pribadi)
Penyadapan bunga Aren. (Dokumentasi pribadi)
Sebelum dilakukan penyadapan, tandan atau tangkai bunga aren yang akan diambil niranya harus dipukul-pukul (ta'tung) terlebih dahulu. Bisa 3 hari sekali dan dilakukan 4-5 kali. Setelah di ta'tung, bunga aren dibiarkan hingga mulai mekar dan berminyak kulitnya.

Biasanya, bunga-bunga aren yang akan mekar akan dikunjungi banyak lebah madu. Setelah mekar, bunga aren lalu dipangkas hingga batas pangkal cabang rantingnya. Setelah itu, barulah dilakukan pengirisan pada tandan dan jangan lupa buat jalur untuk aliran air niranya.

Bumbung/wadah nira. (Dokumnetasi pribadi)
Bumbung/wadah nira. (Dokumnetasi pribadi)
Kemudian, siapkan penampungnya. Bisa pakai jeriken, ember, maupun bumbung (bambu). Namun, di Curup rata-rata pembuat gula aren menggunakan bumbung. Meski kadang lebih berat bumbung daripada air niranya, cara ini lebih baik untuk menangkal gangguan tupai dan monyet yang sering mengusik bunga aren.

Penyadapan ini dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Setiap pergantian bumbung, tandan bunga aren tadi harus selalu di iris, agar air nira tidak cepat kering.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x