OtnasusidE
OtnasusidE Pembelajar

Petani literasi I Bertanam kata-kata di Punggung Bukit Barisan Sumatra

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Artikel Utama

Daya Tarik Susi, 10 Perahu untuk Lenggak-lenggok di Catwalk

7 November 2018   10:27 Diperbarui: 7 November 2018   20:11 1386 27 18
Daya Tarik Susi, 10 Perahu untuk Lenggak-lenggok di Catwalk
kompas.com

Di tengah hingar bingar politik. Di tengah semakin tingginya tensi relasi antara rematch Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Di tengah pilihan diksi yang diributkan di Medsos dan televisi serta di media mainstream. Aku ingin sedikit ke pinggir.

Aku ingin rehat sambil menikmati suara aliran sungai. Suara itu menenangkanku. Suara khas air sungai mengalir menerobos bebatuan di Kaki Bukit Barisan Sumatra.

Di satu batu besar aku duduk. Satu pesan masuk dari Perempuanku yang jauh di sana mengirim link berita mengenai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang akan kembali berjalan di catwalk di Pergelaran Jakarta Fashion Week 2018 pada Selasa (23/10/2018). Susi akan memakai baju Desainer Anne Avantie di Senayan City, Jakarta.

Padahal awal tahun ini Susi juga sudah jalan-jalan di pentas peraga atau catwalk. Sambutannya heeemm. Ruarrr biasa. Bahkan ada satu tulisan yang khusus menyoroti tato phoenix Susi yang tersingkap ketika berjalan di catwalk.

Apakah aku tertarik dengan Susi karena kesamaan dengan perempuanku yang memiliki tato kupu-kupu di betis kanan atau aku tertarik dengan beliau karena suaranya yang hampir sama dengan perempuanku yang bersuara khas? Aku tak tahu. Aku tertarik dengan gayanya. Susi toh tak bisa memarahiku karena aku tertarik padanya.

Memang susi mau apa jalan di catwalk? Pakai baju rancangan Anne Avantie lagi. Mau cari nama! Mau ngetop!

Duh, nggak lah. Susi sudah ada nama. Namanya, Susi Pudjiastuti. Jabatannya Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Mau ngetop. Woi. Dia sudah ngetop tidak saja di Indonesia tetapi di dunia. Searching sono kalau nggak percaya! Tepok jidat aku kalau masih nggak percaya.

Ketika ku menoleh ke depan dan ke samping kanan-kiri, kulihat beberapa anak mancing. Beberapa anak mandi di sungai. Beberapa anak buat atraksi loncat ke sungai dari batang pohon yang patah dan menjorok ke sungai.

Perempuan itu ternyata mau kembali jalan di catwalk karena minta bayaran. Wajar sih. Sudah punya nama dan penggemar. Sudah ngetop. Wajar kalau minta bayaran.

Dasar otakku lagi somplak. Bukan begitu ternyata.

Susi mau jalan di catwalk dengan bayaran 10 perahu untuk Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah terkena bencana gempa beberapa waktu lalu. Memang ada yang mau gitu?

Ada lah. Kalau tak ada, tak mungkin Susi deal jalan di catwalk Jakarta Fashion Week 2018.

"Untuk 10 perahu nelayan Palu dan Donggala, saya akan jalan di catwalk Jakarta Fashion Week Anne Avantie nanti malam pukul 20.30 WIB di Senayan City," tulis Susi dalam keterangan video di Instagramnya.

Cipratan air sungai anak-anak yang mandi dan teriak teriak kegirangan ketika pancingnya dapat ikan membuatku mendongak. Nun, di seberang sungai ternyata ada gadis-gadis sedang mencuci baju.

Satu link video muncul muncul lagi. Dan para perempuan Indonesia yang cantik-cantik keluar. Mereka adalah penyanyi dan ada juga memang peragawati profesional. Mereka berjalan memakai dan memperagakan tenun ikat Lombok.

Tenun itu ternyata bisa dimodifikasi menjadi berbagai macam busana oleh Desainer Anne Avantie. Tenun Lombok ditangan Anne berubah total. Tenun menjadi menarik dan indah dan naik nilai jualnya.

Satu lagi yang bikin hati ini terguncang dan tersentuh adalah pernyataan Anne Avantie berikut,

"Saya biasanya selalu dengan kain batik, tapi kali ini ada satu perasaan yang menggelora di hati saya bahwa walaupun kita sedang tertimpa musibah seperti di Lombok, Palu dan Donggala, mata pencaharian harus tetap hidup," ujar Anne yang dikutip tribunenews.com

Pernyataan Bu Anne sungguh pernyataan seorang perempuan perkasa. Pernyataan mata pencaharian harus tetap hidup. Adalah pernyataan bahwa hidup harus tetap berjalan seberat apapun musibah dan juga cobaan hidup.

Pernyataan ini sederhana. Sesederhana hidup. Ketika bencana melanda maka sistem distribusi dan ekonomi pasti terganggu. Dengan pernyataan pencaharian harus tetap hidup artinya kita harus mulai kembali bekerja walau harus merangkak, memulai dari nol. Ekonomi keluarga harus bangkit. Tenun Lombok harus berproduksi agar ekonomi keluarga dapat terus ngebul.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2