Mohon tunggu...
Opa Jappy
Opa Jappy Mohon Tunggu... Konsultan - Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

http://jappy.8m.net

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kejutan Ahok, Wajah Pejabat DKI Jakarta Memerah

2 Januari 2015   19:47 Diperbarui: 17 Juni 2015   13:57 1781
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_387860" align="aligncenter" width="546" caption="kompas.com"][/caption]

Hari ini, 2 Januari 2015, ada "model baru" yang dilakukan oleh Gubernur DKI Basuki Tj Purnama; ia melantik 4.676 pejabat dari eselon II sampai eselon IV Pemda DKI Jakarta, di Lapangan Monas. Suatu rekor yang agaknya perlu masuk MURI. Mereka yang dilantik merupakan kelanjutan dari proses  perombakan besar-besaran pada birokrasi Pemda DKI, dan juga hasil seleksi dan promosi terbuka atau lelang jabatan.

Setelah melakukan pelantikan massal, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, memberi pesan kepada para pejabat tersebut.  Menurut Ahok,

"Saya Gubernur DKI Jakarta telah resmi melantik saudara-saudara sebagai pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saya percaya saudara-saudara mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan.

Dari sebanyak 6.511 jabatan yang ada, hanya 4.676 pejabat yang dilantik. Sementara sisanya 1.835 jabatan masih dikosongkan. Jabatan struktural bukan inti di Pemprov DKI. Melainkan, melayani warga masyarakat Ibukota Jakarta.

Setiap tiga bulan kami akan evaluasi. Tidak beri kesempatan untuk berdiam diri. Kalau tiga bulan tidak bagus akan kita ganti lagi.

Saya tak ingin mendengar lagi aparat di bawahnya membicarakan bahwa pimpinannya hanya berani ngomong saja.

Saya tidak mau dengar lagi, sudah saya copot, ada omongan bagi saya. Anda sudah melaporkan, jadi sama saja. Jadi tidak ada sistem rangking jabatan. Jadi kalau staf mau naik, kerja yang baik.

Jika budaya setor menyetor masih ada. Sekko jangan didiamkan. Wali Kota apa lagi. Jadi kalau tidak berani melawan, berarti menghina saya. Karena sudah buka begitu lebar untuk melaporkan. Kami akan berikan kepada staf lain untuk naik. Jadi akan sangat cepat, soalnya DKI butuh yang terbaik dari yang terbaik."

Pesan yang bernada "perintah dan sweet and soft ancaman" di atas, memang sangat beralasan dan tepat dalam rangka perbaikan kinerja PNS di DKI Jakarta. Namun, itu belum menjadi kejutan bagi para pejabat yang baru dilantik.

Justru, kejutannya pada perintah berikut ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun