Mohon tunggu...
Khonifa  Desita Dewi
Khonifa Desita Dewi Mohon Tunggu... Pemimpi

Memberikan informasi terkini seputar hiburan, kuliner, dan masalah lingkungan sekitar.

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Pilihan

Warga Kelurahan Kedung Pengawas Masih Bingung Mengenai Tata Cara Pencoblosan

17 April 2019   22:23 Diperbarui: 17 April 2019   23:42 0 3 0 Mohon Tunggu...
Warga Kelurahan Kedung Pengawas Masih Bingung Mengenai Tata Cara Pencoblosan
Antrian warga di TPS 24 Pondok AFI 2 | dokpri

(17/4) Siang tadi pukul 09.00 TPS 24 Kelurahan Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi sudah ramai antrian untuk menunggu antrian mencoblos. Saat pertama kali datang mengantri, untuk para pemilih di sajikan daftar nama dan partai yang akan dipilih terpajang tertempel di papan.

Setelah mengantri yang harus dilakukan warga di wajibkan mengisi daftar kehadiran dan menyerahkan surat C6 dan dipersilahkan duduk untuk kembali menunggu panggilan untuk menerima 5 lembar surat pilih yang terdiri dari Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD PROVINSI, DPRD KABUPATEN.

Antusiasme warga saat mengisi daftar kehadiran | dokpri
Antusiasme warga saat mengisi daftar kehadiran | dokpri
Sambil menunggu panggilan, terlihat Ketua KPPS dan dua anggotannya sedang sibuk menulis dan menandatangani surat pilihan yang akan dibagikan.

Harus serius jangan sampai ada yang typo | dokpri
Harus serius jangan sampai ada yang typo | dokpri

Saat kita menunggu panggilan terlihat juga 5 kotak suara yang akan kita isi sesuai dengan surat pilihan masing masing, PEMILU PILPRES ditandai dengan kotak suara berwarna putih, DPD RI berwarna merah, DPR RI berwarna kuning, DPRD Provinsi berwarna biru dan DPRD Kabupaten berwarna hijau.

Kotak suara | dokpri
Kotak suara | dokpri

Menunggu sekitar 5 menit warga pun mendapatkan giliran panggilan untuk menerima surat suara dan menuju kebilik suara untuk mencoblos.

dokpri | 5 Surat Pilihan
dokpri | 5 Surat Pilihan

Dari 5 lembar surat pilihan, warga diwajibkan untuk memilih/mencoblos salah satu dari masing masing surat pilihan tersebut. Bebarapa warga terlihat berada dibilik suara selama 3-4 menit.

Menurut penuturan beberapa warga setempat, warga kesulitan memilih calon legislatif karena terlalu banyak pilihan dan mereka mengaku tidak ada yang mereka ketahui,  melipat kembali lembaran kertas yang lebar dianggap warga itu cukup membuat kewalahan, tidak adanya pendekatan atau pengenalan CALEG secara khusus sebelum pemilihan membuat warga semakin bingung untuk menentukan pilihan, mereka hanya mendapatkan informasi yang sering dilihat ditelevisi dan beberapa ada yang dari sosial media sehingga mereka mayoritas mencoblos hanya partainya saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2