Mohon tunggu...
Omjay Labschool
Omjay Labschool Mohon Tunggu... Guru - guru blogger indonesia

Blogger Handal di Era Global wa 08159155515

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tragedi Kerumunan Akankah Terulang?

2 November 2022   09:29 Diperbarui: 2 November 2022   09:39 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hasil tangkapan layar Tribun


Heeeeem, baru saja dapat kabar duka. Di seberang sana, ratusan orang meninggal. Tepatnya di negara Korea Selatan dalam pesta Halloween. Korbannya ada juga dari berbagai negara. Tragedi etawon menjadi pelajaran penting buat kita semuanya. Omjay ikut menyaksikannya di video yang ada di atas. Seorang WNI menceritakannya ketika ada di Korsel.

Mengapa korban tewas begitu banyak? Pasti ada penyebabnya dan ada orang yang harus bertanggung jawab. Tak ada asap bila tak ada api. Pihak berwenang harus mengusutnya hingga tuntas.

Kepala kepolisian Korea Selatan mengatakan pengendalian kerumunan selama berdesak-desakan pada malam Halloween di Itaewon sangat "tidak memadai". Ini adalah pengakuan pertama dari pihak berwenang bahwa mereka tidak melakukan cukup upaya untuk mencegahnya. Kita tentu prihatin mendengarkannya.

Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Lee Sang-min juga meminta maaf atas insiden yang mengakibatkan 156 tewas dan 152 lainnya luka-luka. Jumlah yang lebih banyak dari tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang ada di negara Indonesia.

Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu malam, tanggal 29 Oktober 2022, ketika banyak orang berkumpul di sebuah gang di Itaewon, distrik kehidupan malam yang populer di Seoul,Korea SElatan. Mereka hadir untuk merayakan pesta Halloween tanpa pembatasan sosial untuk pertama kalinya sejak masa pandemi Covid-19.

Hasil tangkapan layar
Hasil tangkapan layar

Saat itu polisi Korsel menerima banyak panggilan sebelum tragedi itu terjadi, memperingatkan mereka tentang keseriusan situasi, namun respons mereka kurang sigap. Wajar kalau banyak korban tewas akhirnya berjatuhan. Polisi Seoul mengatakan kepada BBC bahwa panggilan pertama ke nomor darurat Korea Selatan datang pada pukul 18.34 waktu setempat. Lalu beberapa jam sebelum desak-desakan mematikan itu dilaporkan dimulai dan ada 10 panggilan lagi selama tiga setengah jam berikutnya.

Kepala kepolisian Seoul Korsel mengakui bahwa respons polisi "mengecewakan". Mereka akan segera melakukan "penyelidikan intensif yang teliti dan cepat" untuk melihat apakah petugas polisi melakukan tindakan yang tepat setelah menerima panggilan, dan apakah mereka bereaksi dengan sepatutnya.

Dalam pertemuan Majelis Nasional, Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min meminta maaf kepada masyarakat. Namun, permintaan maaf saja tidak cukup. Harus ada peneylidikan yang tuntas dari tragedi ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun