Mohon tunggu...
Rokhman
Rokhman Mohon Tunggu... Guru - Menulis, menulis, dan menulis

Guru SD di Negeri Atas Awan

Selanjutnya

Tutup

Book Pilihan

Guru (Tidak) Dilarang Menjadi Penulis

1 Desember 2022   12:48 Diperbarui: 1 Desember 2022   14:48 252
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Book. Sumber ilustrasi: Freepik

Tidak seorangpun bisa melarang guru menjadi penulis. Namun dalam realitasnya, memang sangat sedikit guru yang menulis. Menulis di sini dalam arti menuangkan ide-ide atau gagasan dalam bentuk karya tulis di media massa, jurnal, atau lainnya.

Jika ditanya, "Benarkah guru tidak mampu menulis atau tidak terbiasa menulis?" Jawabannya pasti beragam. Namun yang pasti tidak ada larangan bagi guru yang ingin menjadi penulis. Bahkan bagi guru ASN, menulis merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) sebagai salah satu syarat dalam pengajuan kenaikan pangkat.

Namun pada kenyataannya banyak guru yang mengalami kesulitan ketika membuat karya tulis yang akan diajukan dalam pengurusan kenaikan pangkat. 

Ketidakmampuan menulis ini membuat sebagian guru yang ingin cepat naik pangkat melakukan tindakan tercela seperti meminta bantuan orang lain, membayar, bahkan ada yang sampai melakukan pemalsuan. Sementara sebagian lainnya rela parkir di pangkat terakhir hingga pensiun.

Nah, bagi guru yang mengalami kesulitan dalam menulis, buku berjudul, "Guru Menulis di Media Massa, Tak Seorangpun Bisa Melarang Guru Menjadi Penulis." ini layak dibaca. Buku lawas terbitan 2006 ini masih relevan sebagai referensi bagi guru hingga saat ini. Buku yang ditulis oleh Hendy Hermawan ini secara tidak sengaja saya temukan di perpustakaan sekolah.

Membaca lembar demi lembar buku ini kita akan diajak belajar langkah-langkah menulis dan menjawab keraguan guru yang tidak mampu menulis atau tidak terbiasa menulis agar mau dan pintar menulis.

Sejak tahun 2000, penulis buku dalam kapasitasnya sebagai wartawan dan penulis artikel di media massa lokal dan nasional sudah sering diundang sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan pelatihan jurnalistik atau penulisan artikel. Maka, tidak diragukan lagi jika buku ini ditulis oleh orang yang tepat. Tidak hanya sekadar memaparkan teori-teori menulis tetapi penulis benar-benar sudah mempraktikkannya sendiri.

Mengapa pada judul buku ini ada frase, "Tak Seorangpun Bisa Melarang Guru Menjadi Penulis?" Mungkin penulis menggunakan fenomena psikologi seseuatu yang dilarang biasanya malah mengundang rasa penasaran. Dengan digunakan diksi "melarang" diharapkan orang justru tertarik dan penasaran.

Dengan gaya interaktif buku ini menjadi menarik karena pembaca diajak menyusuri seluk beluk penulisan. Diawali dari pengenalan jurnalistik dan media massa, mengenal bentuk tulisan, daya tarik dan asas manfaat sebuah tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, cara menulis, bahasa jurnalistik, media cetak dan rubrikasi, dan terakhir cara mengirim tulisan.

Singkatnya, dari aspek isi buku ini sudah bisa menjawab keraguan guru yang masih bingung ketika akan menulis dan bagaimana cara mengirimkan tulisan ke media massa. Namun jika dikaitkan dengan era kekinian buku ini belum menyinggung bagaimana menulis di media daring.

Sebagai penutup, buku ini layak dibaca oleh guru yang sedang belajar menulis. Dan, juga  siapapun yang ingin menambah wawasan tentang tulis menulis dan ilmu jurnalistik.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun