Mohon tunggu...
Odilia Emeralda
Odilia Emeralda Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa salah satu universitas di Surabaya

Menyukai musik dan pernah berkontribusi menjadi jurnalis kampus

Selanjutnya

Tutup

Blog Competition

Langkah dan Konsistensi Menjaga Lingkungan Hidup

5 Februari 2024   17:33 Diperbarui: 5 Februari 2024   17:37 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Telah terhitung masif pemerintah dan masyarakat mengaungkan untuk menjaga lingkungan hidup dengan menjaga kelestarian lingkungan, penghijauan, dan kalimat lain yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Namun, dalam hal penjagaan lingkungan hidup, masih sering terlihat 'kebiasaan' yang kerap kali diulang oleh beberapa masyarakat Indonesia, membuang sampah secara sembarangan dan tidak adanya tindakan untuk memilah sampah. Berdasarkan data yang dilansir dari  web Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, presentase dari penanganan sampah yang terkelola dari 129 kabupaten/kota se-Indonesia pada tahun 2023 adalah sebesar 66,47% atau setara dengan 11,593,592.76 ton/tahun. Masih terdapat 33,53% atau setara dengan 5,847,822.52 ton/tahun sampah yang tidak terkelola. Komposisi sampah dengan presentase terbesar adalah sisa makanan dan plastik, serta sumber sampah terbesar disumbang oleh rumah tangga.

Pemilahan sampah menjadi hal penting karena dengan adanya penggolongan sampah berdasarkan jenisnya memudahkan dalam pengolahan sampah dan mendorong pengolahan yang efisien dan efektif. Pemilahan sampah masih menjadi hal yang sulit dilakukan karena beberapa hal, yaitu rendahnya kesadaran dan rasa peduli mengenai kebersihan lingkungan, kurangnya fasilitas tempat pembuangan sampah yang tersedia, serta pembuangan sampah belum teratur dan terkoordinasi (Yuwana dan Adlan, 2021). Langkah dari individu untuk meningkatkan kesadaran dan rasa peduli akan kebersihan lingkungan menjadi salah satu kunci selain perlunya kolaborasi dengan peran pemerintah. 

Aksi nyata sangat perlu dilakukan agar dapat memperpanjang umur dari lingkungan hidup. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam menjaga lingkungan hidup adalah awareness atau pengetahuan mendasar akan penggunaan produk yang dapat menambah jumlah sampah dan pengetahuan akan pemilahan limbah sebagai hasil akhir setelah produk telah usai digunakan. Edukasi yang menambah kesadaran masyarakat dengan menargetkan informasi yang mudah untuk ditangkap oleh masyarakat. Penyebaran informasi dan edukasi dapat dilakukan melalui media sosial. Melalui hal tersebut dapat memupuk rasa peduli dan sikap untuk merawat lingkungan dan dapat memperbesar target yang perlu diedukasi.

Partisipasi sangat berarti dalam langkah menjaga lingkungan hidup. Bak efek domino (domino effect) yang dapat menggerakkan orang lain untuk bergerak dan menjadi habit atau kebiasaan dalam kehidupan dan berdampak pada kesadaran dan pemilahan sampah yang lebih masif dilakukan oleh masyarakat. Akar yang dapat dikuatkan dalam hal ini adalah awareness yang perlu digalakkan. Ketika seseorang sudah melewati tahap awareness maka selanjutnya adalah pengimplementasian dalam aksi nyata. Pengadopsian aksi yang akan dilakukan menjadi satu titik balik dari seseorang. Menjadi lebih  peka terhadap pemilahan dan pengolahan sampah. Sebuah contoh kecil ketika di suatu rumah, keluarga sudah teredukasi mengenai pemilahan sampah maka hal tersebut akan melakukan hal tersebut, baik di area rumah maupun di luar area rumah, seperti tempat dan fasilitas umum.

Pemilahan sampah dapat dibagi menjadi sampah organik, anorganik, dan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Perlunya pemilahan sampah agar tidak mencemari lngkungan  dari mahkluk hidup. Hal ini dapat dilakukan dengan pembedaan tempat sampah, pelabelan jenis sampah, dan penanganan dengan dikubur dalam tanah atau pemanfaatan menjadi pupuk dan pengolahan menjaadi barang hias atau barang yang dapat dipakai kembali. Kesadaran dan partisipasi menjadi langkah awal dalam konsistensi menjaga lingkungan hidup. Kebiasaan baik yang perlu dipupuk dan dilaksanakan. Aksi yang dimulai dari kebiasaan dapat dilakukan dari diri sendiri, kemudian dapat memperluas jangkauan kepada orang terdekat. Menjadikan kebiasaan menjadi salah satu langkah konsisten yang terus dilakukan dan ditingkatkan. Jadi, mari kita jaga lingkungan hidup!

Mohon tunggu...

Lihat Blog Competition Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun