Mohon tunggu...
Sri Wahyuni
Sri Wahyuni Mohon Tunggu... -

Saya orang yang sederhana, dengan cita-cita sederhana...

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Hati-hati Penipu di FB Berkedok Polisi Bernama Hendra Irawan

23 April 2014   22:18 Diperbarui: 23 Juni 2015   23:17 5243
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Teman2 yang saya hormati,

Saya ingin berbagi sedikit pengalaman yang mungkin berguna bagi teman2, terutama kaum wanita yang aktif di FB.

Baru2 ini teman saya, seorang wanita (sebut saja namanya Ani) tertipu oleh seseorang yang dikenalnya di FB. Orang tersebut mengaku seorang anggota Polda Medan bernama Hendra Irawan. Akun FB-nya adalah Hendra Irawan. Setelah saya telusuri, ternyata dia memiliki 2 akun FB bernama Hendra Irawan, 1 akun FB bernama Hendra Prasastyo, dan 1 akun lagi bernama Irawan Hendra (keempatnya) memajang foto2 orang yang sama (anggota Polisi bernama Hendra I). Mungkin saja benar foto yang dipajang di akun FB-nya memang foto seorang polisi bernama Hendra Irawan, namun ada otak yang bermain di balik itu. Modus penipuan yang dilakukan adalah dengan merayu dan memacari wanita yang dikenalnya, bahkan dijanjikan akan dinikahi.

Modus yang digunakan untuk menipu teman saya tersebut adalah dia mengaku sedang dikirim dinas ke Poso, dan karena bapaknya sedang masuk RS untuk operasi jantung, si penipu ini butuh uang untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Ungaran (Semarang) guna membantu ibunya merawat bapknya di RS. Dalam komunikasi telepon antara teman saya dan si Hendra ini, memang sangat meyakinkan sekali cara penipu ini menjalankan aksinya. Ia bekerja sama dengan seorang perempuan bersuara ibu2 yang mengaku sebagai ibunya. Ibunya tersebut juga menelpon teman saya seolah2 memang benar2 suaminya sedang dirawat di RS dan minta bantuan kepada Ani agar meminjamkan uang untuk ongkos anaknya pulang. Sebelumnya si Hendra ini sudah mengatakan ke Ani bahwa ia sudah memperkenalkan Ani kepada ibunya sebagai 'calon menantu' dan mengirimkan foto ibunya kepada si Ani. Siapa yang tidak percaya?

Selain mengirimkan foto ibunya, si penipu ini juga mengirimkan foto bapaknya, juga seorang Polisi yang berdinas di Mabes POLRI, foto kakak2nya (3 orang yang semuanya anggota Polisi di Natuna, di Palu, dan di Kalimantan). Intinya cerita rekaannya sangat meyakinkan sehingga si Ani benar2 terbuai.... Singkat cerita, akhirnya si Ani mentransfer uang sejumlah yang diminta ke rekening si Hendra.

Setelah menerima uang tersebut... komunikasi via telepon masih tetap berlanjut. Namun ada hal yang mencurigakan, yaitu pemilik rekening Bank BNI nomor 0259410717 tersebut bukanlah atas nama Hendra Irawan, melainkan atas nama Hendra Syafrizal. Tetapi  saking sudah terbuai dengan janji2 manis si Hendra, Ani tidak memperhatikan atau mencurigai kejanggalan tersebut karena sudah tergiur dengan masa depan yang dijanjikan oleh si penipu yang mengaku baru membangun rumah dengan 6 kamar dan kolam renang, punya peternakan sapi perah, dan segala tipu daya lainnya.

[caption id="attachment_304343" align="aligncenter" width="532" caption="Foto Profile FB Hendra Irawan"][/caption]

[caption id="attachment_304345" align="aligncenter" width="312" caption="Foto Profil FB Hendra Prasastyo"]

13982401341529848941
13982401341529848941
[/caption]

Si Hendra ini juga mengirimkan beberapa fotonya lewat pesan MMS dan foto2 tsb sangat meyakinkan seolah2 foto2 itu adalah miliknya sendiri (bukan foto orang lain). Setelah transfer yang pertama, penipu ini akan merayu si korban untuk mentransfer uang lagi dengan berbagai bujuk rayu, hingga akhirnya setelah ketahuan modus penipuannya, nomor HP si Hendra maupun ibunya tidak lagi bisa dihubungi.

Teman-temanku, terutama kaum wanita (khususnya yang sedang mencari jodoh) jangan mudah terpancing oleh bujuk rayu orang yang baru Anda kenal di dunia maya. Jangan percaya pada foto profil yang tampan dan gagah...karena di baik kedok tersebut bermain seorang penipu/penjahat.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari pengalaman teman saya ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun