Mohon tunggu...
Nuzul Ilmiawan
Nuzul Ilmiawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saat ini tengah menjalani studi S1 Sastra Indonesia di Universitas Andalas, Padang. Lahir di Bireun, 19 Oktober 2001. Bercita-cita menjadi wartawan musik selepas membaca buku Nice Boys Don't Write Rock N Roll oleh Nuran Wibisono. Kalau bisa sih jadi musisi ya. Tapi, yah bener kalau bisa sih jadi musisi. lol.

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Hari di Mana Bob Dylan yang Akustik Memainkan Elektrik

25 Juli 2021   05:41 Diperbarui: 25 Juli 2021   05:45 92 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hari di Mana Bob Dylan yang Akustik Memainkan Elektrik
Bob Dylan dengan gitar elektriknya di Newport Folk Festival tahun 1965. Sumber: www.billboard.com

Bila kamu penggemar Timothee Chalamet atau sutradara Ford V Ferarri, James Mangold, pasti sudah tidak terkejut lagi bila mendengar keduanya saat ini tengah berkolaborasi dalam menggarap film berjudul "Going Electric". 

Sebuah film yang mengangkat kisah hidup Bob Dylan. Siapa itu Bob Dylan? Ia adalah musisi folk legendaris, namanya tak hanya melegenda di dunia musik folk, bahkan genre musik yang lain juga, terutama rock. Simbol musik folk adalah Bob Dylan. 

Lagunya berjudul "Like the Rolling Stones" berdiri di posisi satu dalam daftar "500 Greatest Songs of All Time" oleh majalah Rolling Stones yang diterbitkan pada tahun 2004 silam dan masih bertahan di puncak meskipun telah di-update pada 2011.

Pemberian judul film "Going Electric" terinspirasi oleh suatu peristiwa yang terjadi di hari ini pada tahun 1965 ketika Bob Dylan naik ke panggung Newport Folk Festival. 

Pertunjukkannya pada malam musim panas itu secara luas dianggap sebagai salah satu momen penting dalam sejarah musik rock. Bob Dylan kala itu memberi pertanda bahwa sosoknya telah memasuki era baru dalam karirnya. 

Penyanyi berhidung serupa paruh burung itu telah berganti gaya, dari pakaian sederhana dan apa adanya (ciri khas musisi folk) menjadi sesosok yang lebih cocok dikatakan rockstar ketimbang 'folk star', jaket kulit dan kacamata hitam, serta sepatu bot runcing dengan didukung oleh Paul Butterfield Blues Band.

Penulis sekaligus penyanyi lagu berusia 24 tahun kala itu berubah total dari seorang anak muda dengan jiwa folk yang sederhana, menjadi pria dewasa yang  hendak menandingi kekerenan Elvis Presley. 

Tetapi bukan itu masalahnya, melainkan sebuah gitar eletrik Fender Stratocaster tergantung melingkari lehernya, yang mana harusnya gitar akustik, serta tiga dari lima anggota band pengiring juga menggunakan alat musik elektrik. 

Alhasil, semua penonton kaget. Ketidaksiapan mereka menyambut the new atau the cooler Bob Dylan membuat lagu pembuka, "Maggie's Farm" ditutup dengan cemoohan dan teriakan boo yang cukup riuh. 


Beberapa orang yang menyaksikan pertunjukan bersejarah itu menyatakan bahwa teriakan-teriakan dari penonton di malam itu disebabkan oleh kualitas suara yang buruk, terlalu keras dan terkesan seperti campur aduk yang tidak terstruktur sehingga vokal Bob Dylan tidak terdengar jelas. 

Tampaknya tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan masa sekarang ini, volumenya tidak terlalu bising, namun pada tahun 1965 mungkin itu adalah suara yang paling keras yang pernah didengar siapa pun di antara penonton.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x