Mohon tunggu...
Nurus Samawati Annisa
Nurus Samawati Annisa Mohon Tunggu... Guru Bahasa Indonesia di SMPN 8 Tangerang

Masalah, kepelikan hidup, dan kesusahan-kesusahan yang kita alami akan mendewasakan kita jika kita tak melulu mengeluhkannya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Literasi dan Peradaban

12 September 2019   12:28 Diperbarui: 12 September 2019   12:44 0 1 0 Mohon Tunggu...

Kualitas peradaban sangat ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bila suatu bangsa peduli pada ilmu pengetahuan dan teknologi maka bangsa itu akan menjadi bangsa yang maju. Sebaliknya jika kurang peduli pada ilmu pengetahuan dan teknologi maka peradaban bangsa itu mengalami kemunduran.

Dasar ilmu pengetahuan dan teknologi adalah literasi. Dengan kemampuan literasi yang baik maka ilmu pengetahuan dan teknologi akan dikuasai dengan baik pula. Karena pada dasarnya, literasi berkaitan dengan kemampuan individu dalam membaca, menulis, berbicara, berhitung, memecahkan masalah baik dalam keluarga maupun masyarakat, dan berpikir kritis.

Kemampuan membaca tidak hanya membaca buku namun juga membaca situasi/keadaan, membaca permasalahan, dan membaca dunia ini. Tanpa membaca itu semua, kita akan tergagap-gagap memahami dunia dan permasalahannya. Kita tidak akan mampu berpikir kritis terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita.

Peradaban bisa dibangun melalui tulisan. Ungkapan tersebut bisa menggiring pada pemahaman bahwa sebuah peradaban akan dikenal melalui tulisan dan sebuah peradaban baru akan terlahir karena adanya sebuah tulisan. Jika menengok sejarah, kita akan tahu peradaban masa lalu melalui jejak-jejak tulisan yang mereka buat. Peradaban zaman Yunani kuno, Mesir, Babilonia, dan peradaban Islam bisa kita ketahui bagaimana peradaban mereka dibangun juga karena tulisan-tulisan mereka. Sejarah kemerdekaan Indonesia pun tidak luput dengan dukungan tulisan-tulisan para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Tradisi yang diwariskan dalam dunia tulis menulis harusnya kita kembangkan sehingga peradaban tetap terjaga. Tulisan merupakan hal yang harus ada jika ingin peradaban Negara kita menjadi maju dan jaya. Dunia menulis selalu beriringan dengan dunia membaca. Masyarakat yang gemar membaca akan menghasilkan tulisan-tulisan yang berkualitas.

Membaca dan menulis merupakan dua kemampuan yang mendasari lahirnya peradaban bangsa. Kemampuan itu muncul secara alamiah sesuai perkembangan zaman. Menulis merupakan cara individu mengekspresikan ide dan perasaan yang ada dalam pikiran dan membaca merupakan kegiatan memahami pemikiran atau perasaan orang lain. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan hingga menjadi budaya yang lebih popular dengan sebutan literasi.

Tanpa membaca, otak akan kosong karena tidak ada informasi dan ilmu baru yang masuk, begitu juga jika tidak disertai menulis maka tidak akan ada tulisan terbaru dengan berbagai ide dan inovasi baru sehingga tidak ada dampak berarti bagi kemajuan bangsa.

Literasi menjadi salah satu hal yang harus dimiliki seorang individu dalam memahami ilmu pengetahuan. Setiap individu akan mampu mengekspresikan diri dan menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari. Di sinilah pentingnya pendidikan yang menjadi modal dasar kemajuan bangsa di berbagai bidang baik segi ekonomi dan kesejahteraan.

Literasi berkaitan dengan banyaknya buku yang dibaca dan karya yang dihasilkan suatu bangsa. Banyaknya karya yang dihasilkan mencerminkan kekayaan pengalaman penduduk suatu bangsa dalam menyikapi permasalahan kehidupan. Dengan begitu akan banyak tersedia bahan bacaan yang menjadi sumber keilmuan dalam suatu bangsa. 

Hal tersebut perlu diiringi dengan kesadaran berliterasi. Kesadaran berliterasi setiap individu tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri tetapi juga pada peradaban bangsa. Misalnya, di zaman keemasan peradaban Islam, penulis-penulis dan ilmuwan Islam menulis banyak buku tebal dengan berbagai pemikiran cerdas dan bermanfaat dalam kemajuan keilmuan dunia dan peradaban Islam di masa itu dan masa-masa berikutnya. Peradaban masyarakat zaman dahulu di berbagai belahan dunia dapat kita telusuri jejaknya dari peninggalan yang ada terutama dari tulisan-tulisan di masa itu.

Begitu dahsyatnya manfaat membaca dan menulis, kegiatan ini mampu mendongkrak kemajuan peradaban manusia. Efek tulisan begitu dahsyat. Benar pula istilah pena lebih tajam daripada ujung pedang. Tatkala senjata tak bisa lagi digunakan untuk melawan ketidakadilan dan kezholiman maka di sinilah pena berperan dengan tangguhnya. Penulis bisa jadi sangat ditakuti karena isinya yang kritis dan berani. Senada dengan itu, Napoleon Bonaparte berkata, "Aku lebih takut pada penulis daripada 1.000 pasukan bersenjata lengkap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x