Mohon tunggu...
Nurul Rahmawati
Nurul Rahmawati Mohon Tunggu... Administrasi - Blogger bukanbocahbiasa.com | IG @bundasidqi | Twitter @nurulrahma

Halo! Saya Ibu dengan anak remaja, sering menulis tentang parenting for teens. Selain itu, sebagai Google Local Guides, saya juga kerap mengulas aneka destinasi dan kuliner maknyus! Utamanya di Surabaya, Jawa Timur. Yuk, main ke blog pribadi saya di www.bukanbocahbiasa.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Maestro Infinite Protection (MIP) dari Axa Rencanakan Lebih, untuk Wariskan Legacy ke Anak Cucu Kita

20 Juli 2017   09:52 Diperbarui: 29 Juli 2017   09:49 530
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jangan sampai terbelit hutang!|Dokumentasi pribadi

Di antara teman-teman Kompasianer dan para pengunjung artikel ini, siapa yang sudah berpikir untuk meninggalkan LEGACY kepada anak keturunan kita?

Yak, tentu kita berharap, sepeninggal kita di dunia yang fana, tetap ada legacy yang kita wariskan. We have to optimize our legacy, di mana legacy artinya adalah  janji, harapan, cita, cinta, baik sekarang atau nanti, ketika kita ada ataupun tidak ada.

Sayangnya, terkadang kita terjegal dengan berbagai aral. Meskipun kondisi keuangan kita stabil, bukan berarti hidup akan berjalan mulus. Banyak sekali kejutan yang terjadi dalam hidup ini. Yang pada gilirannya, membuat kebocoran pada harta.

Salah satu penyebab kebocoran, tidak lain dan tidak bukan, INFLASI. Yap, inflasi adalah "maling" yang siap menggerogoti harta kita, berapapun besarnya. Tidak sedikit masyarakat yang terlena dengan jumlah aset yang dimiliki. Padahal, kebutuhan masa depan berjalan lebih cepat daripada aset. Pertanyaan selanjutnya, dengan kondisi resiko kebocoran harta, apakah income yang kita peroleh masih sejalan dengan biaya hidup, plus biaya gaya hidup? Yeah, karena terkadang biaya hidup itu nggak mahal. Yang cukup merongrong kantong adalah biaya gaya hidup, apalagi buat para social climber. (oops!)

Caption foto: Selfie bareng Henra Sensei|Dokumentasi pribadi
Caption foto: Selfie bareng Henra Sensei|Dokumentasi pribadi
Pemaparan Henra Sensei, sang financial planner itu membuat efek mak jleeeb di kalbu. Bener banget! Semua yang ia katakan adalah sebuah fakta yang terpampang nyata. Bahwa kondisi keuangan memang harus direncanakan sedemikian rupa, karena kalau tidak, kita justru akan terjerembab dalam pusaran harta yang super-duper-ruwet.

"Masih banyak lagi ancaman pada harta kita. Di antaranya, biaya yang muncul karena kepemilikan aset, pajak, juga adanya sengketa waris," ujar Henra Sensei, di hadapan ratusan nasabah dan agen AXA Financial Indonesia. Edukasi seputar financial planning ini dipaparkan secara interaktif dalam talk show interaktif Kompasiana Nangkring bersama AXA Financial, yang mengusung tema "Rencanakan Lebih dengan 3 Pasti", Jumat 15 Juli di ballroom JW Marriott Hotel Surabaya.

Ya. Hidup di dunia memang penuh dengan ketidakpastian. Itu juga yang mencuat dalam game Praxis yang dihelat pada acara Kompasiana Nangkring bersama AXA Financial ini. Sejumlah peserta diajak untuk memainkan game (yang mirip monopoli). Ada peluang tantangan yang muncul dalam beberapa moment. Termasuk kondisi iklim investasi negatif yang membuat peserta harus rela kehilangan banyak modal untuk tetap survive bermain di game Praxis.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Ekspresinya seru-seru lo! Ada yang happy banget lantaran sanggup berinvestasi properti yang mahal. Ada juga yang kudu manyun, gara-gara terjerat hutang dalam jumlah mencekik.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Hufft.. bahasan tentang finansial ini memang super challenging, kita ingin mewariskan kebaikan ke anak cucu kita. Akan tetapi, seringkali sejumlah faktor penghambat muncul, yang membuat kebocoran dalam harta kita. Padahal, kita berharap bahwa harta menjadi surplus, kan?
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Hadirin yang memadati ballroom JW Marriot Surabaya menyimak pemaparan padat bergizi yang disampaikan Henra Sensei. "Kita yang pegang kendali atas harta kita. Jangan sampai harta justru menjadi kendala. Tentu setiap dari kita ingin meninggalkan cerita yang baik kepada anak cucu. Jangan sampai harta malah jadi sumber derita!"

Punya harta dalam jumlah menakjubkan, serta bisa dipakai hingga tujuh turunan, tujuh tanjakan, bukan berarti hidup kita senantiasa nyaman-bahagia-damai-sentosa. Justru, kisruh seputar harta biasanya terkait dengan distribusi harta, di mana ada 2 cara, yaitu:

(1). Hibah, harta terdistribusi ketika si pemilik masih hidup

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun