Mohon tunggu...
Nur Aisyah
Nur Aisyah Mohon Tunggu... Mahasiswa UIN Walisongo Semarang 2019

Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Faktor yang Mepengaruhi Perkembangan Remaja

23 Oktober 2019   09:25 Diperbarui: 6 November 2019   13:45 0 0 0 Mohon Tunggu...

Perkembangan di masa remaja, kode moral sangat dipengaruhi dengan standar moral dan  juga kelompok di mana remaja bisa mengidentifikasi diri dan menjadi faktor penting dalam perkembangan identitas remaja. Menurut psikologi remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 22 tahun (Wikipedia).

Pada jaman sekarang banyak hal-hal negatif yang dapat menjerumuskan remaja kejalan yang salah. Banyak remaja yang terjerumus ke pergaulan bebas. Faktor utama dari masuknya remaja kepergaulan bebas yaitu kurangnya perhatian dari orang tua. Terkadang orang tua terlalu sibuk dengan urusan mereka sehingga melupakan anak-anak mereka yang beranjak menajadi seorang remaja.

Pada masa remaja, remaja mudah terpengeruh dengan hal-hal yang baru mereka pahami, namun sayang terkadang remaja tidak bisa membedakan apakah itu baik untuknya atau tidak. Peran orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang anak agar tidak terjerumus dalam hal negatif. Adanya pemahaman tentang hal-hal yang mempengaruhi perkembangan remaja, diharapkan orang tua dapat lebih bisa mengawasi anak-anak mereka yang sedang mengalami masa remaja agar tidak terjerumus ke hal yang tidak diinginkan.

Perubahan yang paling dirasakan oleh remaja pertama kali adalah perubuhan fisik. Pada masa remaja ditandai dengan adanya perubahan fisik yang dapat, dan hal ini dipandang sebagai suata hal yang penting sehingga berdampak pula pada aspek psikologis. Tanda-tanda perubahan fisik dari masa remaja terjadi dalam konteks pubertas, yang mana dalam konteks ini kematangan oragan-oragan seks dan kemampuan reproduktif bertumbuh dengan cepat. Menurut Zigler dan Sevenso (Desmita, 2008) secara garis besar perubahan fisik pada masa remaja dapat dikelompokkan dalam dua ketegori yaitu perubahan-perubahan yang berhubungan dengan pertumbuhan fisik dan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan karakteistik seksual. Pada fase pubertas terjadi perubahan fisik sehingga pada akhirnya seorang anak akan memiliki kemampuan bereproduksi. Terdapat lima perubahan khusus yang terjadi pada masa pubertas organ reproduksi, perubahan komposisi tubuh serta perubahan system sirkulasi dan sistem respirasi yang berhubungan dengan kekuatan dan stamina tubuh. Perubahan fisik yang terjadi pada periode pubertas berlangsung dengan sangat cepat dalam sekuens yang teratur dan berkelanjutan. Tinggi badan anak laki-laki bertambah kira-kira 10 cm pertahun, sedangkan perempuan kurang lebih 9 cm pertahun. (Miftahul Jannah,2016:6)

Selain perubahan fisik yang dialami oleh remaja, ada juga masa dimana anak mulai memperhatikan dan mengenal berbagai norma pergaulan. Pergaulan sesama teman lawan jenis dirasakan sangat penting, tetapi cukup sulit, karena disamping harus memperhatikan norma pergaulan sesama remaja juga terselip pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup.

Remaja juga sudah mulai mengatahui kehidupan sosial, ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional. Remaja sering mengalami sikap hubungan sosial yang tertutup sehubungan dengan masalah yang dialaminya. Menurut Erick Erison "Bahwa masa remaja terjadi masa krisis, masa pencarian jati diri. Dia berpendapat bahwa penemuan jati diri seseorang didorong oleh sosiokultural". Sedangkan menurut Freud, "Kehidupan sosial remaja didorong oleh dan berorientasi pada kepentingan seksual". Pergaulan remaja banyak di wujudkan dalam bentuk kelompok-kelompok, baik kelompok besar maupun kelompok kecil.(Ahmad Dahlan:2015)

Hal-hal yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

Perkembangan remaja di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.

1. Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.

Komunikasi dalam keluarga juga diperlukan antara orang tua dan anak. Komunikasi dalam keluarga dapat berlangsung secara timbal balik dan silih berganti; bisa dari orang tua ke anak atau dari anak ke orang tua, atau dari anak ke anak. Awal terjadinya komunikasi karena ada sesuatu pesan yang ingin disampaikan, siapa yang berkepentingan untuk menyampaikan suatu pesan cenderung menunda komunikasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5