Nurul Hikmah
Nurul Hikmah Mahasiswa

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

"New Change"

12 Maret 2018   22:10 Diperbarui: 12 Maret 2018   22:18 329 1 0

Menjadi sosok guru inspiratif adalah sebuah keinginan bagi semua kalangan pendidik/guru didunia.

Kisah nyata tentang adanya cerita guru inspiratif adalah nyata dan benar-benar ada. Seperti kisah nyata seorang guru yang bernama Erin Gruwell, yang memberikan perubahan positif pada semua muridnya di kelas 203 dan kisah nyata ini difilmkan dengan judul Freedom Writers.

Freedom Writers merupakan film yang benar-benar diangkat dari kisah nyata kehidupan seorang guru inspiratif yang bernama Erin Gruwell yang dimana difilmnya diperankan oleh Hillary Swank. Erin Gruwell adalah seorang guru yang menjalani pekerjaannya sebagai guru bahasa inggris, dia termasuk guru baru yang mengajar bahasa inggris dikelas 203.

Pada saat itu Erin Gruwell mengajar tepat beberapa tahun setelah terjadinya kerusuhan di Los Angeles dan membuat tempat itu tidak aman, dimanapun berada. Dan Erin sendiri harus berjuang dengan keras untuk menghadapi murid-muridnya yang sangat meninggikan rasisme dan geng jalanan yang sering sekali menimbulkan perkelahian yang tak jarang sampai mengakibatkan kematian. Dan pertama kali Erin mengajar dikelas 203 murid-muridnya mulai berdatangan dan masuk kekelas akan tetapi, didalam kelas murid-murid langsung memilih tempat duduknya sendiri dan membuat kelompok sendiri menurut rasis mereka masing-masing dimana orang yang berkulit hitam mereka akan berkumpul dengan orang kulit hitam, oarng yang berkulit putih akan berkumpul dengan kulit putih dan juga orang yang dari garis keturunan jepang akan berkumpul dengan orang yang memiliki keturunan yag sama bahkan mereka pun tidak mendengarkan Erin Gruwell yang sedang berbicara dan mengacuhkannya. Erin pun menyadari bahwa perang antar geng dan ras yang berbeda-beda dikota pun terbawa sampai kedalam kelas.

Dan ketika terjadi kesalahpahaman antar ras yang sedikit mampu memicu perkelahian yang sangat ricuh. Erin pun mencari cara untuk mencoba menaklukkan murid-muridnya, dengan begitu Erin pun meminta mereka menulis seperti sebuah buku harian. Dibuku tersebut mereka boleh menuliskan apa pun yang dirasakannya, dari dulu sampai sekarang. Dengan cara ini kemudian berhasil buku-buku tersebut setiap harinya kembali pada Erin dengan bertuliskan apa yang mereka alami setiap harinya. Dengan melalui cara mengajar yang unik pula Erin berusaha membuat para muridnya sadar bahwa dengan pendidikan mereka akan bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.

Meskipun semua guru-gurunya tidak pernah mendukungnya bahkan meremehkannya, akan tetapi Erin tidak patah semangat dia lebih bersemangat lagi dalam mencari kerjaan paruh waktu dengan mengorbankan waktu luangnya demi membeli buku-buku bacaan untuk murid-muridnya yang berguna bagi murid-muridnya.

Dalam kisah di Freedom Writers ini mudah dipahami dan dimengerti mulai dari alur cerita dan dialognya. Fakta-fakta menarik dari film ini salah satunya mempertemukan murid-muridnya dengan orang-orang korban Holocaust, dan yang didatangkan pun orang-orang asli korban Holocaust. Dengan usaha yang dilakukan oleh Erin pun membuahkan hasil dimana anak-anak mulai bangkit dalam mengenyam pendidikan dan mereka mulai bebaur satu sama lain sudah tidak lagi berdiri diatas rasis dan geng akan tetapi berdiri dalam satu kesatuan.

Setelah itu cerita-cerita harian murid-murid tersebut mulai dibukukan dengan judul "The Freedom Writers Diary".

Freedom Writers dapat dikatakan film yang menginspiasi semua orang mulai dari guru sampai murid.