Mohon tunggu...
Noviyanti
Noviyanti Mohon Tunggu... Dokter - Dokter

Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta (FKUI-RSCM)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Tips dan Trik Hindari Stroke Sejak Dini

17 Juni 2021   15:15 Diperbarui: 17 Juni 2021   16:14 253
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Oleh : dr. Noviyanti, dr. Steffi Sonia, M.Gizi, SpGK

Masih muda kena stroke? Bukan hal yang tak mungkin.  Stroke dapat menyerang siapa saja

            Stroke adalah penyakit saraf yang disebabkan oleh aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah.(1) Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 terdapat 10,9 per 1000 penduduk mengalami stroke.(2) Kejadian stroke lebih sering terjadi pada usia 55-64 tahun sebanyak 33%, akan tetapi kejadian stroke juga dapat terjadi pada usia muda. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan (PUSDATIN) 2018, stroke terjadi pada usia 25-34 tahun sebanyak 2,8%, usia 35-44 tahun sebanyak 6,9% dan usia 45-54 tahun sebanyak 33,3%.(3)

            Stroke tidak lagi dikaitkan dengan penyakit usia tua, tetapi juga dapat menyerang usia yang lebih muda. Yuk kita simak apa saja sih tips dan trik agar dapat terhindar dari penyakit stroke?

Berikut adalah Tips dan Trik yang dapat dilakukan untuk menghindari stroke sejak dini, antara lain:

1. Hindari Konsumsi Karbohidrat dan Gula Berlebihan

Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Kebutuhan karbohidrat sekitar 45-65% dari total kalori harian. (4) Konsumsi karbohidrat berlebihan dapat meningkatkan penyakit diabetes, stroke, dan penyakit jantung. Selain itu sebuah studi menunjukkan risiko kematian akibat penyakit stroke iskemik meningkat dengan konsumsi makanan tinggi gula. (5) Menurut World Health Organization (WHO) konsumsi gula tidak lebih dari 10% total kalori (50 gram per hari atau sekitar 4 sendok makan). (4,6) Makanan dan minuman yang memiliki kandungan tinggi gula antara lain :  minuman buah kemasan, minuman teh kemasan, sirup, selai, kue, soft drink, dan es krim. (7)

Yuk mulai sekarang hindari konsumsi karbohidrat dan gula berlebihan

           

2. Konsumsi Ikan dan Makanan yang Mengandung Asam Lemak Omega-3

            Asam lemak omega 3 adalah asam lemak yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga untuk pemenuhan kebutuhannya harus didapatkan dari bahan makanan. (4) Dalam suatu penelitian didapatkan konsumsi ikan yang tinggi kandungan lemak omega tiga sebanyak 2 kali per minggu dapat menurunkan sekitar 4% risiko stroke. (8,9) Contohnya ikan sardin, ikan teri, ikan mackerel, ikan halibut, ikan tuna, dan ikan salmon. (4)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun