Mohon tunggu...
Novika Faralina
Novika Faralina Mohon Tunggu... Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

Novika Faralina Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Dampak dari Stres terhadap Kesehatan

11 Juni 2021   10:27 Diperbarui: 11 Juni 2021   10:52 52 0 0 Mohon Tunggu...

Masalah stress sering kali kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari terutama pada era modern dimasa pandemi ini. Terlalu banyak stress dapat menimbulkan gangguan-gangguan seperti; pernyesuaian emosi yang buruk. Khususnya pada remaja yang terjebak secara paksa untuk belajar secara online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Banyak remaja yang mengalami stress dikarenakan merasa bosan, kesepian, dan tuntutan tugas yang tidak wajar selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlangsung.

Stress merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stress itu sendiri adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit, stress bisa membuat tubuh untuk memproduksi hormon adrenalline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari Klikdokter.com, stres merupakan reaksi fisik dan mental yang alami terhadap pengalaman baik maupun buruk. Respons tubuh terhadap stres, yakni dengan melepaskan sejumlah hormon dan meningkatkan detak jantung serta laju pernapasan

Ada juga yang menyebutkan bahwa stress adalah suatu dampak perubahan sosial dan akibat dari proses modernisasi yang berkompetisi antar invidu yang makin berat.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan stress yakni disebut dengan stresor. Stresor itu sendiri dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:

  • Stressor fisikobiologis, seperti penyakit yang sulit disemmbuhkan, cacat fisik atau kurang berfungsinya salah satu anggota tubuh, dan postur tubuh yang dipersepsi tidak ideal.
  • Stressor psikologis, seperti berburuk sangka, frustasi karena gagal memperoleh sesuatu yg di inginkan, sikap permusuhan, perasaan cemburu, konflik pribadi, dan keinginan diluar kemampuan.
  • Stressor sosial, seperti hubungan antar anggota keluarga yang tidak harmonis, perceraian, pengangguran, kematian, pemutusan hubungan kerja, kriminalitas, dan lain-lain.  

Sejak  pembelajaran jarak jauh diberlakukan, beragam masalah seputar pendidikan mulai mencuat ke permukaan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan banyak siswa merasa tertekan dan mengalami kelelahan dalam belajar hingga berujung stress selama PJJ. Jika hal ini terus menerus berlanjut kesehatan mental siswa akan terganggu hingga menyebabkan kematian.

Dilansir dari Kompas.com, seorang siswi SMA Negeri 18 Gowa, Sulawesi Selatan ditemukan tewas oleh adiknya di kamar, sabtu (17/10/2020). Siswi berinisial MI (16) sempat merekam dirinya menenggak racun serangga sebelum akhirnya tewas. Saat ditemukan, MI sudah dalam kondisi mulut berbusa. Terdapat pula cangkir berisi cairan berwarna biru yang merupakan racun serangga. Dari laporan awal yang diterima kepolisian, MI mengakhiri hidupnya diduga karena bermasalah dengan tugas daring dan terbatasnya fasilitas internet di dearahnya. “sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab utama korban menenggak racun berdasarkan laporan awal yang kami terima dimana korban depresi akibat tugas daring dan terbatasnya fasilitas internet dan tidak menutup kemungkinan hal ini akan berubah atau bertambah” ujar AKP Jufri Natsir, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gowa yang dikonfirmasi langsung oleh Kompas.com.

Sedikit stres mungkin diinginkan, bermanfaat, dan bahkan menyehatkan. Stres positif membantu meningkatkan kinerja atletik. Ini juga berperan dalam motivasi, adaptasi, dan reaksi terhadap lingkungan. Jumlah stres yang berlebihan, bagaimanapun, dapat menyebabkan kerusakan tubuh. Kasus diatas termasuk salah satu faktor dari stress yg berlebihan, atau bahkan dapat dikatakan stressor psikologis.

Berdasarkan perspektif Islam, penyebab utama stress atau penyakit mental biasanya karena jarak dari Allah SWT, pengaruh kekuatan supernatural, dan buruknya perkembangan skema atau pandangan dunia kita. Allah memberi tahu kita tentang hal tersebut dalam Al-qur’an yang artinya berbunyi; “Dan siapapun yang berpaling dari ingatan-ku sesungguhnya, dia akan mengalami kehidupan yang tertekan, dan kami akan mengumpulkan dia pada hari kebangkitan buta.”

Kurangnya pemahaman tentang peristiwa kehidupan yang penuh tekanan meningkatkan risiko dipengaruhi oleh jin, bisikan setan, atau sihir. Selain itu, kita mungkin mengembangkan penyakit mental. Secara Islam, tujuan dari tekanan emosional dan atau kognitif persis sama dengan tujuan penyakit fisik; mungkin itu adalah hukuman yang berfungsi sebagai peringatan dan panggilan untuk mengingat Allah dan kembali kepada-nya.

Razali (2010) telah mencadangkan beberapa cara untuk bertindak secara proaktif untuk mengelakkan stres dan tidak menunggu sehingga berlakunya stres untuk mengambil sesuatu tindakan pencegahan. Antara langkah dan amalan yang boleh dilakukan untuk menghindari stres ialah mengamalkan gaya hidup sihat, pengurusan masa yang baik dan bersifat asertif atau tegas dalam mengejar wawasan hidup. Stres juga boleh dielakkan dengan bantuan dan sokongan sosial daripada kaum keluarga dan rakan-rakan. Golongan kanak-kanak dan remaja terutamanya amat memerlukan sokongan sosial ketika mereka mengalami stres. Begitu juga dengan warga emas yang sentiasa memerlukan teman untuk menghilangkan kesunyian. Selain itu kemahiran komunikasi dan penyelesaian konflik amat diperlukan oleh seseorang pekerja untuk mengelakkan stres di tempat kerja.

Sebagai seorang Muslim, jika ditimpa sesuatu penyakit kita hendaklah berikhtiar untuk mengobatinya. Stres merupakan salah satu masalah kesehatan mental dan kejiwaan yang berbahaya jika tidak dirawat. Selain perawatan modern, perawatan tradisional yang berasaskan ayat-ayat Al-Quran juga dipercayai dapat mengurangi stress.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x