Mohon tunggu...
Novelina Eksanti
Novelina Eksanti Mohon Tunggu... Mahasiswa

Without a doubt, so everything you want to do and properly live your life.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Bercocok Tanam Hidroponik sebagai Alternatif Kegiatan Produktif di Masa Pandemi

22 Juni 2021   11:17 Diperbarui: 22 Juni 2021   13:15 340 1 0 Mohon Tunggu...

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia sejak awal tahun 2020 telah membawa perubahan yang cukup signifikan pada kebiasaan hidup yang ada di masyarakat. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan merosotnya perekonomian suatu negara. Bahkan hingga saat ini, penyebaran virus corona belum menunjukkan tanda-tanda adanya penurunan (Fatah et al., 2020).

Sesuai anjuran pemerintah, masyarakat diharuskan untuk mengurangi kegiatan atau aktivitasnya di luar rumah (Tukiman et al., 2020). Hal ini membuat banyak kegiatan atau aktivitas masyarakat menjadi terganggu bahkan terhenti akibat dari pandemi Covid-19. Guna mengurangi rasa jenuh dan bosan akibat harus mengisolasi diri di rumah, ternyata banyak sekali kegiatan positif dan juga bermanfaat yang dapat dilakukan oleh masyarakat (Karuna et al., 2020). Salah satu kegiatan tersebut yaitu dengan bercocok tanam.

Bercocok tanam dapat didefinisikan sebagai menanam tumbuhan di suatu lahan dan merawatnya hingga menghasilkan panen.  Di era modern saat ini, bercocok tanam tidak harus menggunakan lahan yang luas. Tetapi, lahan yang sempit seperti pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam. Bahkan, tanpa media tanah sekali pun kegiatan bercocok tanam tetap dapat dilakukan. Nah, bercocok tanam secara hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengisi kegiatan selama pandemi Covid-19 ini.

Hidroponik 

Apa yang dimaksud dengan hidroponik? Kata hidroponik berasal dari bahasa Yunani, yaitu (hydro = air) dan (ponos = daya/kerja). Jadi, hidroponik adalah budi daya tanaman dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam (Setiawan, 2019:7-8). Fokus utama budi daya tanaman secara hidroponik adalah pada pemenuhan nutrisi tanaman (Sutanto, 2015:10). 

Jika dibandingkan dengan bercocok tanam pada umumnya yang menggunakan media tanah, kebutuhan air pada budi daya dengan sistem hidroponik ini cenderung lebih sedikit. Hal inilah yang menyebabkan budi daya dengan sistem hidroponik dapat dikatakan lebih efisien, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang memiliki jumlah pasokan air terbatas (Alviani, 2015:7-8).     

 

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Hidroponik    

Meskipun hidroponik digemari oleh banyak orang, namun tentunya sistem ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Terdapat beberapa kelebihan budi daya tanaman dengan sistem hidroponik menurut (Roidah, 2015) di antaranya: keberhasilan tumbuh dan produksi suatu tanaman lebih terjamin, perawatannya lebih mudah dan praktis serta gangguan akan hama lebih terkontrol, pemakaian pupuk menjadi lebih hemat dan efisien, menghasilkan produksi yang lebih continue dan berkualitas dibanding dengan melakukan penanaman di tanah, dalam melakukan penanaman secara hidroponik ini tidak perlu khawatir akan risiko kebanjiran, erosi, kekeringan atau ketergantungan terhadap kondisi alam, dan yang pasti bahwa budi daya dengan sistem hidroponik ini dapat dilakukan pada lahan yang terbatas.

Sedangkan, kelemahan budi daya tanaman dengan sistem hidroponik antara lain: modal awal/investasi yang harus dikeluarkan relatif mahal, perlu keterampilan khusus dalam menimbang dan meramu nutrisi yang tepat bagi tanaman, serta ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik yang cukup sulit (Roidah, 2015).

Hidroponik Pilihan Bercocok Tanam Masa Kini

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x