Mohon tunggu...
Aniswatun Khasanah
Aniswatun Khasanah Mohon Tunggu... Content writer

Logophile.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Bisakah Memahami Karakter Seseorang dari Bentuk Tubuhnya?

18 September 2020   14:08 Diperbarui: 18 September 2020   14:10 37 10 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bisakah Memahami Karakter Seseorang dari Bentuk Tubuhnya?
Foto: Dokumentasi pribadi

Bisakah memahami karakter seseorang dari bentuk tubuhnya? Jawabannya BISA.

Gerolamo Cardano (1501-1576) menyatakan bahwa sifat dan karakter seseorang dapat dilihat dari bentuk, garis, atau tanda-tanda di dahinya. Dalam bahasa modern, ilmu ini disebut fisiognomi. 

Tapi tahukah kamu bahwa jauh sebelum keilmuan tersebut dikembangkan oleh ilmuwan modern, ternyata ilmuwan Islam telah lebih dulu mengenalkan ilmu ini kepada dunia?

Adalah Fakhruddin Ar-Razi, seorang ulama besar asal Persia sekaligus ilmuwan serba bisa yang mengenalkan ilmu fisiognomi (dalam bahasa Arab disebut juga Firasat Khalqiyyah) kepada dunia jauh sebelum ilmuwan barat melakukannya.

Ia bukan hanya merupakan ilmuwan yang menguasai ilmu tafsir, fikih, ushul fiqh dan teologi Islam, akan tetapi juga ahli di bidang filsafat, logika, matematika, fisika, kedokteran, dan fisiognomi. Sebelum Cardano mengeluarkan kutipan di atas, Ar-Razi sudah lebih dulu menuliskannya dalam bukunya yang berjudul Kitab Firasat.

Fisiognomi (Firasat Khalqiyyah) bukan lahir dari dongeng semata. Ia merupakan ilmu yang disusun oleh para ahli kedokteran dan ahli keilmuan lain (contohnya psikologi) untuk membaca berbagai karakter berdasarkan bentuk anggota tubuh.

Hal ini dikarenakan adanya indikasi bahwa "kondisi lahiriyah" dengan "kondisi batiniah" itu memiliki keterikatan yang erat sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah swt. "Sesungguhnya pengetahuan kita tentang diri kita sebagian besar masih teramat dangkal," begitulah pendapat Carrel yang dikutip dari salah satu buku fenomenalnya L'Homme, cet Inconnu (Man, The Unknown).

Dalam buku tersebut juga ditulis bahwa bentuk wajah mencerminkan aktivitas perasaan tersembunyi seorang manusia. Bentuk tulang, lemak, kulit, dan rambut manusia itu dipengaruhi oleh nutrisi yang larut dalam proses pembentukan plasma darah atau aktivitas kelenjar dan organ pencernaan.

Contoh gampangnya adalah perbandingan antara pemakai narkotika dengan orang biasa. Tentu penampilan fisik mereka berbeda bukan? Berlaku juga dengan istilah "Jangan marah-marah, nanti cepat tua" atau "banyak tersenyum membuat kita awet muda".

Istilah ini bukan muncul sebagai sebuah guyonan semata, melainkan hasil dari sebuah penelitian bahwa perilaku 'tersenyum' dan 'marah' berhubungan erat dengan pergerakan otot-otot pada wajah.

Lantas apakah keilmuan ini penting untuk dipelajari? Menurut saya, iya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN