Olahraga Pilihan

Membahas Lebih Jauh Tentang Jakabaring Bowling Center Sebagai Venue Asian Games 2018

14 Januari 2019   16:49 Diperbarui: 14 Januari 2019   16:59 302 0 0
Membahas Lebih Jauh Tentang Jakabaring Bowling Center Sebagai Venue Asian Games 2018
sumber: antaranews.com

Jika kita membicarakan Asian Games 2018, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membicarakan mengenai Venue Asian Games 2018. Venue menjadi salah satu poin penting dalam menentukan sukses atau tidaknya Asian Games 2018 ini. 

Tahun ini, Asian Games telah diselenggarakan di Indonesia, Jakarta dan Palembang lebih tepatnya. Ini adalah pengalaman kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada tahun 1962 di Jakarta.

Persiapan pun dilakukan secara maksimal dan terus menerus oleh INASGOC (panitia lokal Asian Games 2018) dengan bekerjasama bersama pemerintah dan juga swasta.

Persiapan yang dilakukan antara lain, merenovasi sejumlah venue untuk Asian Games 2018, seperti Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, pembangunan infrastruktur pendukung seperti LRT dan juga membangun sarana olahraga baru untuk dijadikan venue Asian Games.

Saat itu, salah satu sarana olahraga yang khusus dibangun demi terlaksananya Asian Games 2018 di Palembang adalah Bowling Venue (Jakabaring Bowling Center). Jika dibandingkan dengan venue lain, venue bowling ini bisa dibilang cukup istimewa. Mengapa?

Venue ini adalah salah satu dari sedikit bowling center yang berstandar internasional yang dimiliki oleh Indonesia. Luas total bangunan ini sekitar 4.200 meter persegi dan dibangun diatas lahan seluas 2,8 hektar. 

Arena bowling ini memiliki total 40 lintasan bowling, jumlah ini bisa dibilang lebih banyak dari rata-rata bowling center yang umumnya hanya memiliki 20-30 lintasan saja. 

Selain itu, venue bowling ini dilengkapi dengan mesin bowling paling mutakhir dan saat ini alat tersebut masih tergolong langka di dunia.

Jakabaring Bowling Center ini juga merupakan satu-satunya venue yang dibangun dari nol, untuk menyambut Asian Games 2018. Arena ini selesai dibangun pada November 2017, arena ini juga sudah melalui berbagai rangkaian tes kelayakan dan akhirnya dilakukan serah terima pada 31 Mei 2018.

Seluruh biaya pembangunan venue ini dibiayai oleh APP Sinar Mas dalam rangka mendukung program pemerintah "Untukmu Indonesiaku". Total biaya yang telah dikeluarkan untuk membangun venue ini adalah senilai Rp 27 miliar. 

Venue ini diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Juli 2018 lalu. Kemewahan dari Jakabaring Bowling Center ini bahkan mendapat pujian dari tim Komite Olimpiade Jepang

Setelah mengetahui semua fasilitas yang ditawarkan oleh Jakabaring Bowling Center ini, tentu saja Anda setuju jika venue ini dikatakan mewah dan sesuai dengan standar internasional. 

Bahkan Menpora Imam Nahrawi mengatakan bahwa arena bowling ini adalah arena bowling terbaik di dunia saat ini, hal ini tentunya membuat para atlet Indonesia bersemangat dan juga optimis dalam menghadapi atlet-atlet lainnya di Asian Games 2018.

Mereka yakin bahwa ada banyak hal yang bisa diperbincangkan dalam Asian Games 2018 ini. Selain itu, mereka juga mengharapkan agar Jakabaring Bowling Center ini dapat menjadi tempat yang ideal untuk memperkenalkan olahraga bowling kepada warga sekitar.

Semoga saja kali ini tim Indonesia dapat berprestasi, seperti yang pernah dicapai pada tahun 1962 dulu. Saat itu, Indonesia mendapatkan 21 medali emas, 26 perak dan 30 perunggu, dengan seluruh medali tersebut, Indonesia menjadi runner-up, hanya kalah dari Jepang, sang juara umum yang saat itu mendapatkan 161 medali.

Itu adalah prestasi terbaik yang pernah diraih oleh tim Indonesia. Dengan terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018, masyarakat, pemerintah dan atlet-atlet kita memiliki satu harapan besar yang sama, untuk melampui pencapaian kita pada tahun 1962 silam, atau minimal mendekati prestasi tersebut.

Selain itu, kita juga telah melihat kekompakan dan usaha dari banyak pihak untuk memajukan dan menyukseskan kegiatan olahraga di Indonesia agar dapat dilihat oleh dunia.

Hal ini juga dilakukan agar kita sebagai masyarakat dapat membangun budaya mandiri dan profesional di bidang olahraga dan nantinya venue ini juga akan menjadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia, terutama warga Palembang itu sendiri. 

Satu hal yang perlu kita ingat bersama, sebuah prestasi yang besar bisa terjadi karena adanya pengelolaan dan sinergi yang baik antara bebagai pihak yang terkait.