Mohon tunggu...
Ninik Sirtufi Rahayu
Ninik Sirtufi Rahayu Mohon Tunggu... Penulis - menulis itu sarana healing dan refreshing

belajar menuliskan apa pun dengan sukacita

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Dosen Terbang

7 Mei 2024   09:44 Diperbarui: 30 Mei 2024   03:48 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Dosen Terbang

Oleh: Ninik Sirtufi Rahayu

Aku sedang berada di kelas jarak jauh, kali ini tepatnya di Tumpang, saat seorang petugas menyerahkan presensi mahasiswa. Petugas ini tertawa kepadaku, tetapi aku merasa belum mengenalnya sehingga aku bersikap biasa saja, terlalu formal bahkan. Berbalik seratus delapan puluh derajat dengannya. Ia sok akrab dengan selalu tersenyum lebar saat melihatku dari jarak jauh pun sehingga aku lumayan salah tingkah. 

Saat beristirahat, dan aku berada di kantor, dia menjejeri tempat dudukku, "Sampeyan lali karo aku toh, Mbak?" tanyanya sambil tetap tersenyum lebar. Artinya menanyakan apakah aku melupakannya. Aku masih kebingungan sambil meneliti wajahnya. Aku benar-benar lupa!

"Aku biyen sering mboncengke sepedah onthel, loh! Soko Jethakan!" lanjutnya masih tertawa terkikik.

Aku makin penasaran. Dia pernah memberiku tumpangan naik sepeda kayuh? Ingatanku berputar-putar, masih bingung.


Lalu, tiba-tiba seorang temannya memanggilnya, "Anu, Pak Tadji, ngapunten.  Kami mohon izin untuk mengambil berkas tugas! Paling dua puluh menit sudah kembali, Pak!" pamitnya. 

Aku mengingat-ingat kembali. "Pak Tadji?" senandikaku. 

"Mbak, aku Sutadji, koncomu SMP Kalangbret lan SPG Tulungagung!" 

"Oh, Tuhan!" pekikku sambil memukul dadanya bertubi-tubi.

"Iya, tubuhku mekar sehingga maklum kalau Mbak Nik melupakanku!" katanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun