Mohon tunggu...
Tatang Tarmedi
Tatang Tarmedi Mohon Tunggu... Jurnalis - Untuk share info mengenai politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Hidup akan jauh lebih bernilai, jika kau punya sebuah tujuan penting.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gotong Royong di Cimarias Masih Terpelihara

19 November 2023   07:30 Diperbarui: 19 November 2023   07:41 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kontribusi keikutsertaan  warga Cimarias untuk pembangunan  terbilang cukup tinggi. Nilai-nilai kegotongroyongan masih berakar kokoh dan terpelihara cukup baik di tengah-tengah masyarakat. Potensi kearifan lokal ini ini, dijadikan power  bagi Pemerintahan Desa Cimarias  Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Jawa Barat untuk menggenjot pembangunan di berbagai sektor, terutama infrastruktur jalan.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Cimarias, Mamat Rohmat,  beberapa waktu lalu. Kades ke empat di desa berpenduduk 3.700 ini  merasa berbangga masyarakatnya peduli terhadap pembangunan, " Sehingga tadinya mau membangun 100 metet, jadi 150 meter, karena ada kontribusi dari masyarakat. Maka, alhamdulillah, dari tahun ke tahun ada peningkatan, " imbuhnya.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Sebagai desa terpencil dengan medan jalan terkategori berat untuk ditempuh, Kades Mamat Rohmat berupaya untuk membangun Desa Cimarias dengan dasar-dasar kegotongroyongan. Perlahan tapi pasti, di periode kepemimpinannya, pembangunan cukup merata tersebar di 3 Kadus meliputi 6 RW dan 33 RT.

Kecuali, kata Kades Mamat,  infrastruktur dengan status jalan kabupaten, pihak Pemdes Cimarias tidak bisa banyak bergerak, karena beda kewenangan, " Maap, bukan sombong, jalan-jalan yang bisa digarap oleh desa, bagus semuanya. Kenapa jalan itu masih butut amburadul, karena bukan kewenangan desa untuk memperbaikinya. Jika diwenangkan diperbaiki oleh desa, setahun anggaran pasti sudah beres, " ungkapnya.

Di sisa-sisa jabatannya, Kades Mamat ingin wujudkan impiannya  untuk memiliki mobil sisga desa. Kendaraan itu, katanya, akan bermanpaat untuk mobilisasi perangkat dan kepentingan warga, " Selain itu, ingin bangun masjid. Setidaknya kita punya mushola untuk ibadah. Minimal itu bisa menjadi nilai ibadah seandai telah berhenti jadi kades, " imbuhnya lagi  disertai tawa kecilnya.

Mamat Rohmat mengaku awalnya tidak terpikirkan untuk menjadi kepala desa. Selepas lulus sekolah, ia malah tertarik bekerja di pabrik tekstil. Berjalan hingga 15 tahunan. Sekitar tahun 1990-an, pilih kerja lain di salah satu hotel di Kota Bandung. Berjalan selama 13 tahunan. Pulang kampung tahun 2003 menggeluti wirausaha. Atas desakan masyarakat, Mamat naik ke panggung Pilkades, ternyata tetpilih. Pada 19 Juli 2012 dilantik untuk periode pertama jadi Kades Cimarias. Karena dianggap berhasil membangun desa, ia terpilih kembali menjadi Kades Cimarias.

( Tatang Tarmedi )

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun