Mohon tunggu...
Ni AyuDellia
Ni AyuDellia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro

As above so below

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Membangun Generasi yang Lebih Baik dengan Psikoedukasi Gerakan Anti Stunting dan Anti Speech Delay

11 Agustus 2022   10:09 Diperbarui: 11 Agustus 2022   10:25 70 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Kelurahan Jatipadang (9/8/2022) - Generasi muda diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang menjadi harapan bangsa dalam menjawab berbagai tantangan bangsa. Upaya membangun generasi penerus yang baik haruslah dimulai sedini mungkin, bahkan seharusnya dimulai sejak seorang anak memasuki usia emas mereka (0-7 tahun). Pada usia ini seorang anak dianggap sedang memasuki pertumbuhan yang pesat pada berbagai aspek. Sayangnya upaya tersebut jelas menimbulkan banyak tantangan, salah satunya adalah Stunting dan Speech Delay.

Penurunan prevalensi stunting masih menjadi tantangan yang berupaya dicapai oleh negara, kendati demikian saat ini prevalensi stunting di Indonesia masih diatas angka normal yaitu pada angka 24,4 %. Hal ini jelas menjadi hal yang cukup penting diperhatikan mengingat stunting merupakan salah satu hal yang dapat diperhatikan mengingat stunting merupakan salah satu hal yang dapat menghambat tumbuh kembang seorang anak. Berdasarkan pernyataan dari Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari diketahui bahwa di hampir semua daerah yang terkonfirmasi kasus COVID-19 memiliki tingkat penyebaran kasus Stunting sedang bahkan tinggi. Sehingga, penanganan dan pelayanan kesehatan dan gizi dalam situasi pandemi COVID-19 menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya masalah gizi yang lebih besar. 

Selain stunting, speech delay juga menjadi salah satu permasalahan yang cukup penting untuk diperhatikan pada masa tumbuh kembang anak. Kedua permasalahan tersebut saat ini harus menjadi perhatian bersama. Upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan adalah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai stunting dan speech delay. Pemberian pemahaman ini ditujukan agar masyarakat memahami dampak buruk stunning dan speech delay serta upaya mencegahnya, pemahaman ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam melakukan pencegahan timbulnya permasalah tersebut. 

Dokpri
Dokpri

Sebagai upaya untuk memberikan kontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada Mahasiswa Universitas Diponegoro yang saat ini sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Jatipadang memberikan psikoedukasi mengenai gerakan anti stunting dan anti speech delay

Pemberian sosialisasi di Kelurahan Jatipadang ini diadakan dengan alasan terdapat sebanyak 4800 balita dengan angka kelahiran yang cukup tinggi, sehingga pemberian sosialisasi ini dianggap sebagai upaya yang tepat dalam mencegah terjadinya stunting dan speech delay. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2022 dengan memberikan sejumlah materi seperti penyebab stunting hingga informasi mengenai pemenuhan gizi seimbanh, selain itu diberikan juga informasi mengenai deteksi dini gangguan keterlambatan bicara serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan penimbangan bayi serta melakukan monitoring terhadap perkembangan bayi dan balita di lingkungan setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam mencegah terjadinya stunting maupun speech delay, sehingga pada akhirnya kegiatan ini dapat mendukung upaya menciptakan generasi penerus yang unggul dan berkualitas.

Penulis : Ni Ayu Dellia Putri Waluyo

DPL: Prof. Dr. Ir. Florentia Kusmiyati, M. Sc.

Lokasi KKN: Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan