GoDok Indonesia
GoDok Indonesia Editor

Aplikasi kesehatan yang menyajikan layanan Tanya Dokter Gratis dan Ragam Artikel seputar kesehatan, gaya hidup, keluarga hingga ragam penyakit

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Melakukan Hubungan Seksual Usai Melahirkan, Amankah?

12 Juli 2018   09:49 Diperbarui: 12 Juli 2018   21:19 1559 1 0
Melakukan Hubungan Seksual Usai Melahirkan, Amankah?
sumber: im.mtv.fi

Go Dok - Setelah melahirkan si buah hati, tentu Anda dan pasangan harus mengesampingkan terlebih dulu beberapa kepentingan pribadi demi kesehatan ibu dan bayi. Salah satu hal yang harus Anda dan pasangan kesampingkan adalah perihal jadwal berhubungan seksual. Hal ini tentu tidak lagi dapat Anda lakukan sesering sebelumnya ataupun setiap hari. Faktanya, Anda berdua justru harus menunggu beberapa saat sebelum bisa bercinta lagi. Nah, bagi pasangan yang baru pertama kali memiliki momongan, tentu akan ada kebingungan tentang kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual pasca melahirkan.

Sebenarnya, jarak aman untuk melakukan hubungan seksual pasca melahirkan adalah 2 minggu setelah melahirkan bagi wanita karena pada masa itu biasanya masih terus mengeluarkan darah dan masih berisiko tinggi mengalami pendarahan (hemorrhage) atau infeksi rahim. Tak hanya itu, beberapa pendapat juga mengatakan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 3 minggu bagi pendarahan pasca melahirkan (lochia) untuk berhenti. Namun, jika Anda memiliki jahitan di area perut karena melahirkan dengan operasi, dokter lebih menyarankan untuk menunggu lebih lama, yaitu sekitar 6 minggu.

Bagaimana jika pasangan ingin bercinta lebih awal?

Tentu waktu yang disarankan dokter bukan penentu utama bagi Anda untuk berhubungan seksual pasca melahirkan. Banyak wanita merasa belum siap bercinta kembali bahkan setelah lewat masa 6 minggu. Hal ini wajar, karena akan banyak emosi yang memenuhi diri Anda setelah melahirkan, dan hubungan seksual pasca melahirkan tentu harus dilakukan saat Anda benar-benar merasa nyaman dan siap, tanpa tekanan. 

Banyak pula pria yang meskipun sudah sangat "kebelet" ingin kembali bercinta, menahan dirinya karena merasa tidak pasti dan takut menyakiti. Jika Anda tetap ingin menjalaninya, Anda bisa memuaskan pasangan tanpa melakukan penetrasi. Sentuhan dan seks oral bisa menjadi jalan keluar, sembari bermesraan tanpa harus benar-benar bercinta.

Adakah tips yang bisa dijalani dalam berhubungan seksual pasca melahirkan?

  • Jujurlah terhadap pasangan, jika Anda merasa sakit atau tidak nyaman, langsung katakan ini padanya. Berdua, Anda bisa memeriksanya dan jika tidak ada luka serius, Anda bisa memintanya berhenti sesaat sebelum mencoba lagi untuk membangkitkan gairah Anda.
  • Gunakan lubrikasi buatan, di mana dalam beberapa kasus wanita tidak bisa menghasilkan cairan lubrikasi sebanyak biasanya saat melakukan hubungan seksual pasca melahirkan. Karenanya, siapkan pelumas buatan yang banyak dijual untuk mengatasi hal ini.
  • Cobalah bermesraan terlebih dulu, hal ini penting agar Anda secara bertahap terbiasa kembali disentuh secara intim oleh pasangan. Jangan lupa untuk tidak terburu-buru dalam berhubungan seksual pasca melahirkan. Mulailah dengan pelukan, sentuhan sayang, dan ciuman-ciuman mesra terlebih dulu.
  • Cobalah posisi Woman On Top, karena posisi ini membuat Anda lebih bisa mengatur kedalaman dan kecepatan penetrasi pasangan. Hal ini penting, agar Anda bisa segera berhenti saat merasa sakit.

Nah, itu dia fakta-fakta tentang melakukan hubungan seksual pasca melahirkan. Semoga bermanfaat!