Mohon tunggu...
Roneva Sihombing
Roneva Sihombing Mohon Tunggu... pendidik

Penyuka kopi, gerimis juga aroma tanah yang menyertainya

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Memandang Toraja dari Buntu Burake

12 Desember 2018   04:29 Diperbarui: 12 Desember 2018   04:59 0 3 1 Mohon Tunggu...
Memandang Toraja dari Buntu Burake
Dokpri

Ada begitu banyak pilihan perbukitan di Toraja yang bisa dikunjungi. Lalu mengapa Buntu Burake menjadi istimewa? Apakah karena di bukit tersebut ada bangunan setinggi 40 meter? Atau, karena ada jembatan kaca? Atau, karena ada ratusan anak tangga? Atau, karena ada beberapa spot foto yang sangat intragramable?

Buntu Burake adalah salah satu bukit di Tana Toraja yang tiga tahun terakhir menjadi tujuan perkunjungan wisatawan, baik lokal maupun domestik. Jumlah yang berkunjung pun semakin hari semakin banyak terutama dengan dibukanya akses jalan bagi mobil dan motor untuk mendekati bukit tersebut yang di salah satu bukit tertingginya dibangun patung Tuhan Yesus dengan kedua tangan terulur kepada kota Toraja.

Patung Tuhan Yesus
Patung Tuhan Yesus
Kontur wilayah perbukitan Makale membuat patung Tuhan Yesus tersebut bahkan bisa disaksikan dari jarak yang sangat jauh. Aku melihat patung tersebut dari kejauhan setelah kami melewati jalan masuk yang membelok menuju Buntu Burake.

Patung Tuhan Yesus di kejauhan. Dokpri
Patung Tuhan Yesus di kejauhan. Dokpri
Menuju Buntu Burake dari jalan raya, kita akan menyusuri jalan yang menanjak dan berkelok. Dengan derajat ketinggian limabelas hingga empat puluh derajat, jalan yang dilalui terlihat landai memanjang. Mulai terlihat perbukitan hijau di kejauhan. Rumah-rumah mulai menjauh dan mengecil. Semakin tinggi perjalanan yang ditempuh, semakin panjang landainya jalan yang dilewati. Beberapa kelokan tajam yang dilalui nyaris tiga-ratus-enam-puluh derajat sudutnya. Semakin jauh perjalanan yang ditempuh, mulai terlihat batu-batu kapur di pinggir jalan.

Perbukitan di kejauhan
Perbukitan di kejauhan
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
Setelah sekitar 20 menit perjalanan menanjak, tibalah kami di tujuan. Arah datang kami rupanya dari arah belakang patung tersebut. Terlihat tumpukan batu-batu besar yang seolah-olah diikat menjadi satu untuk menjadi tumpuan patung tersebut. Beberapa menit sebelum kami tiba di tempat parkir mobil, ada beberapa petugas yang memberikan karcis masuk. Yang menarik adalah di sisi kanan jalan terlihat tangga untuk pejalan kaki. 

Ternyata, sebelum akses mobil terbuka bagi umum, pengunjung Buntu Burake akan berhenti sekitar 200 meter dari tujuan, lalu akan melanjutkan perjalanan menuju patung Tuhan Yesus menggunakan anak-anak tangga tersebut. Penduduk setempat menamakan seribu tangga. Ketika aku tanyakan pada pak Olan, yang menemani kami ke Buntu Burake, apakah ada yang sudah pernah menghitung jumlah anak-anak tangga tersebut. Pak Olan pun tersenyum arif dan berkata, "Mungkin memang seribu. Kan, anak tangganya banyak."

Tiba di tujuan aku melihat para pedagang berjualan di sisi kiri dan kanan jalan yang menanjak menuju patung tersebut. Warung-warung kecil untuk sekedar beristirahat sambil menikmati mie instan kuah yang panas. Juga para pedagang souvenir dan makanan setempat. Aku menyaksikan beberapa rombongan yang datang dengan truk kecil. Jumlah rombongan bisa berkisar 15 - 25 orang.

Ketika tiba di dekat patung dan berdiri memandang ke sekeliling, mata disuguhi pemandangan hijau asri yang memanjang sampai di kejauhan. Kota dengan rumah-rumah kecil di bawah sana. Perbukitan yang berundak-undak laksana tangga diselimuti permadani hijau. Sejumlah gradasi hijau seolah-olah berayun-ayun lembut diantara perbukitan nun di kejauhan.

/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
Foto-foto, terutama foto pemandangan, selalu bercerita lebih banyak dan lebih baik dari narasi. Setiap kali mencoba menggambarkan pemandangan kota Toraja dari Buntu Burake menggunakan kata-kata, senantiasa kalah seru dibandingkan memandang fotonya. Indah sekali.

/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
/Dokpri
Jangan lupakan anak-anak tangga. Anak-anak tangga tersebut membuat pemandangan dari Buntu Burake ke kota Toraja terlihat sangat cantik.

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3