Mohon tunggu...
nertivia
nertivia Mohon Tunggu... mahasiswa

ut sementem feceris ita metea

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Sikap Toleransi dan Deradikalisasi

28 Mei 2020   19:45 Diperbarui: 28 Mei 2020   19:46 3 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sikap Toleransi dan Deradikalisasi
Pesantren Islamic Centre -Team H- (dokpri)

Gerakan radikalisme yeng memiliki pandangan dan sikap yang keras sudah mengakar di Negara besar kita ini. Pendidikan anti radikalisme dapat dijadikan upaya pembelajaran yang baik di semua kalangan. Sehingga berguna bagi bangsa Indonesia. 

Memasukkan nilai anti radikal dalam diri mahasiswa merupakan proses pembelajaran. Di Negara Indonesia memiliki beragam budaya, ras, agama, suku. Keanekaragaman ini yang menjadikan bangsa Indonesia memiliki karakteristik yang unik.

Negara Indonesia sebagai Negara hukum dan Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Dapat kita implementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengikiskan paham-paham yang bertentangan dengan budaya Indonesia. Namun dalam menafsirkan makna-makna Pancasila tidak boleh salah kaprah. 

Sebagaimana sesuai dengan isi butir-butir, Pancasila menghendaki semua anak bangsa berwatak religious, berlapang dada terhadap kemajemukan, berorientasi kerakyatan dan kesejahteraan, menjaga persatuan, dan mewujudkan keadilan. 

Jadikan keberagaman sebagai keindahan dalam Negara Indonesia ini. Isi butir-butir pancasila semuanya adalah kepentingan bangsa bukanlah sesuatu yang memihak budaya, ras, agama dan suku tertentu. 

Upaya untuk mengatasi perpecahan yang disebabkan karena keberagaman dapat kita atasi dengan menanamkan sikap toleransi dalam diri kita masing-masing. Sikap saling menghargai dan toleransi antar beragama, budaya, suku dan bangsa dapat dijadikan sebagai pedoman hidup agar dunia ini menjadi damai dan tentram.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x