Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Budaya | Pekerja Sosial | Pengawas Pemilu

Orang biasa yang menulis hal-hal biasa

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Edhy Prabowo, Kandidat Kuat Masuk Kabinet dari Partai Gerindra

13 Agustus 2019   06:55 Diperbarui: 13 Agustus 2019   08:58 375
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo-Dok. Humas DPR RI

 "Keikutsertaan sama beliau (Prabowo) sudah 26 tahun. Setengah hidup saya, ikut Pak Prabowo," katanya.

Edhy Prabowo dilahirkan di Muara Enim, Sumatera Selatan 24 Desember 1972. Ia merupakan salah satu politikus partai Gerindra yang kini menjadi sebagai Ketua Komisi IV DPR dan Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI peridoe 2014 - 2019.

Edhy menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta pada tahun 1997 dan studi magister di Manajemen, Swiss German University (SGU), Serpong pada tahun 2004.

Awalnya Edhy meniti karir sebagai atlet pencak silat. Ia tampil di event-event nasional seperti PON bahkan ditingkat mancanegara. Sebagai seorang atlet, Edhy bercita-cita menjadi seorang tentara. Pada tahun 1991 Edhy berhasil diterima menjadi anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Sayangnya, ia dipecat karena dikenai sanksi dari kesatuan. Pemecatan Edhy dari Akabri menuai tangis dari Edhy dan keluarganya.

"Keluarga semua nangis," ucapnya.

Meski demikian, Edhy tidak larut dalam kesedihannya, ia tidak menyerah pada keadaan. Ia pun memutuskan untuk merantau ke ibukota negara, Jakarta. Disanalah ia bertemu dengan Prabowo Subianto di kawasan Ancol, Jakarta Utara bersama 15 orang yang juga adalah teman-temannya.

Pertemuan tersebut merupakan titik awal kehidupan Edhy bersama Prabowo Subianto yang juga adalah pengurus pencak silat. Bersama Prabowo, ia pun ikut dalam Pekan Olahraga Nasional XIV yang diselenggarakan di Jakarta. Dimulai pada 9 September 1996 sampai dengan 25 September 1996.

Kala itu, ia hanya berhasil meraih perunggu. Prabowo yang ikut menonton aksinya mempertanyakan Edhy yang tak mampu meraih emas. Rupanya Edhy pun ikut kecewa dan sedih atas kegagalannya sehingga ia memutuskan untuk pergi ke Malang selama dua minggu.

Menarik, Prabowo tidak tinggal diam. Ia mencari muridnya yang sedang hilang. Ia pun menyekolahkan Edhy di Universitas Moestopo. Edhy mulai menjalin hubungan yang sangat dekat dengan Prabowo. Bahkan, ia mendampingi Prabowo merintis usaha di Yugoslavia. Inilah bukti kedekatan Edhy dengan Prabowo Subianto.

Pada saat Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy pun ikut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif melalui Kampung Halamannya, Dapil Sumatera Selatan II pada pemilu 2009 dan berhasil meraih suara terbanyak.

Tak heran Edhy pun berhasil menduduki kursi parlemen selama dua periode hingga saat ini. Jabatannya sebagai ketua komisi dan ketua fraksi adalah bukti Edhy bukan politisi abal-abal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun