Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kajian Tafsir, Rajin Baca Surat Al Mulk Dijauhkan dari Siksa Kubur

6 Juni 2022   20:15 Diperbarui: 6 Juni 2022   20:42 243 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Minggu, 5 Juni 2022, Kajian Islam Ahad Subuh (KISAH) yang dihelat DKM Al Ihsan Permata Depok, Kota Depok, Jawa Barat, diisi dengan kajian tafsir Alquran. 

Sebagaimana namanya kajian diadakan setelah shalat subuh. Diadakan secara hybrid, offline dan online. Kali ini membahas surat Al Mulk. Kajian disampaikan oleh Ustadz Dr. Ahmad Badrudin, Lc, MA.

Surat ke-67 dengan 30 ayat ini disebut juga dengan surat At Tabaarak (tabaarok) yang berarti Maha Suci. Diambil dari ayat pertama surat yang tergolong makkiyah ini dan menjadi pembuka juz 29 Alquran.

Kajian tafsir kali ini mengupas ayat 1 - 5:
1. Mahasuci Allah yang di tanganNya segala kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.

Mengandung makna Allah Ta'ala memuliakan diriNya sendiri dan memberitahukan kerajaan itu terletak di tanganNya. Dialah yang Mengatur semua makhlukNya sesuai dengan yang Dia kehendaki.

Allah SWT adalah Dzat yang sempurna sifat-sifatNya. Penuh dengan kebaikan, dan kesempurnaan, keagungan. Kebaikan Allah ini sampai pada makhlukNya. Allah yang berhak menentukan apa saja yang menjadi berkah.

Allah yang memberikan keberkahan pada waktu yang dikehendakiNya atau pada tempat yang Dia berkahi, atau pada benda yang Dia kehendaki.

2. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha Pengampun.

Allah akan mematikan siapa saja dan apa saja. Begitu pula ia akan memberi kehidupan pada siapa saja dan apa saja hingga waktu yang ditentukan.

Lebih baik amalannya maksudnya amalan yang bukan sekedar melakukan amalan. Misalnya, shalat wajib, melakukannya bukan sebatas menggugurkan kewajiban. Tapi bagaimana shalat itu dilakukan dengan baik, benar, dan khusyuk. Bukan asal gerak, tidak thumaninah.

Tapi Allah Maha Pengampun atas kekurangan-kekurangan amalan yang kita lakukan seperti tidak khsuyuk. Jangan berkecil hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan