Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

Mau Naik KRL? Tidak Perlu Bawa STRP, Cukup Tunjukkan Sertifikat Vaksin

23 September 2021   20:04 Diperbarui: 24 September 2021   08:37 1063
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Antrean penumpang kereta | KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

Oh, begitu. Baiklah. Saya pun mencoba memindai dengan HP saya. Berhubung saya belum unduh aplikasi PeduliLindungi jadi sepertinya tidak bisa terbaca. Katanya, smartphone, telepon pintar, tapi...

Mungkin saja bisa terbaca tanpa harus mengunduh, cuma saya tidak paham? Seperti ketika mendaftar untuk test antigen dan PCR. Saya hanya mengarahkan kamera ke QR, link untuk mengisi formulir pun tersedia. Barangkali itu hal yang berbeda ya?

Suasan Stasiun Citayam (Dokumen pribadi)
Suasan Stasiun Citayam (Dokumen pribadi)

"Pak, ini bagaimana ya?" tanya saya kepada petugas yang sedang memeriksa sertifikat vaksin calon penumpang.

"Ini bu discan dulu kode QR-nya pakai aplikasi PeduliLindungi," katanya sambil menunjukkan scan QR yang tertempel di meja.

"Oh berarti saya harus download aplikasi PeduliLindungi dulu dong ya?" tanya saya. 

Saya malas kalau harus unduh dulu. Persoalannya, memori hp saya sudah full. Padahal, sudah dihapus-hapus. Terkadang sering hang. Mau beli, saya tunggu yang gratisan saja hahaha...

"Bentuk sertifikat fisik atau foto boleh Bu," kata petugas.

Petugas KAI memeriksa sertifikat vaksin calon penumpang di Stasiun Citayam (Dokumen pribadi)
Petugas KAI memeriksa sertifikat vaksin calon penumpang di Stasiun Citayam (Dokumen pribadi)

Wah, syukurlah, saya sudah memotret setifikat vaksinasi saya, sebelum info sertifikat vaksin yang tersimpan di SMS tidak bisa diakses lagi. Sejak beredar bocornya data sertifikat vaksinasi Presiden Joko Widodo, sejak itu data sertifikat vaksin saya yang dikirim ke SMS tidak bisa dibuka.

Setelah ditemukan foto sertifikat yang dimaksud, saya lalu tunjukkan kepada petugas. Ia lantas membaca dan mencocokkan dengan KTP saya. Saya pun dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan memasuki peron.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun