Mohon tunggu...
Neli Amelia
Neli Amelia Mohon Tunggu... Newbie

Nelam

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Harapan untuk Ibu Kota Baru

20 Agustus 2019   21:32 Diperbarui: 20 Agustus 2019   21:54 0 2 0 Mohon Tunggu...
Harapan untuk Ibu Kota Baru
Finance.detik.com

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro membenarkan bahwa Presiden RI Joko Widodo sudah menyetujui lokasi yang akan menjadi Ibu Kota baru negara Indonesia yaitu Kalimantan. Sejalan dengan hal tersebut, pada pidato kenegaraan 17 Agustus 2019, di akhir pidatonya Jokowi meminta izin untuk memindahkan Ibu Kota Negara ke pulau Kalimantan. "Saudara-saudara, pada kesempatan yang bersejarah ini, saya mohon izin untuk memindahkan Ibu Kota negara kita ke Pulau Kalimantan," ujar dia. 

Jika menengok sejarah, Indonesia pernah memindahkan Ibu Kota sebanyak tiga kali yaitu Yogyakarta, Bukittinggi (Sumatera Barat) dan Bireuen (Aceh) lalu kembali lagi ke Kota Jakarta hingga sekarang. Ibu Kota dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara, tempat dihimpun unsur administratif, yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa Ibu Kota itu mencerminkan identitas bangsa, melihat banyaknya masalah yang timbul seperti banjir, kualitas air yang buruk, menurunnya permukaan tanah, meningkatnya permukaan laut dan kemacetan maka keputusan Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota adalah hal yang tepat bagi Negara kita. Jakarta akan menjadi pusat keuangan, bisnis, perdagangan, jasa dan Ibu Kota Negara akan menjadi pusat pemerintahan, mirip seperti Amerika Serikat yang memisahkan antara Ibu Kota Negara dengan pusat ekonomi dan bisnis. 

Secara langsung, terdapat tiga kandidat wilayah provinsi, yaitu Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang masing-masing daerah memiliki keunggulan sehingga akan dikaji terlebih dahulu oleh presiden. Hal yang dikaji dalam penentuan Ibu Kota baru terdiri dari sudut pandang politis, demografi, wilayah sosial, Hankam maupun stabilitas gangguan bencana alam dan ketersediaan pasokan air dan energi, sekaligus kemampuan Ibu Kota baru untuk bertahan lama sebagai Ibu Kota Republik Indonesia.  Selain usaha dari pemerintah dalam pemindahan Ibu Kota baru,masyarakat pun dapat  berkontribusi dalam hal ide atau gagasan  untuk membantu pemerintah dalam merumuskan hal-hal terkait Ibu Kota baru. Disini penulis akan memberikan beberapa harapan agar kedepannya dapat menjadi masukan juga untuk pemerintah.

Pertama, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kalimantan memiliki hutan yang cukup terjaga keasriannya dan apabila pemindahan Ibu Kota dilakukan sekiranya tetap mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan, dengan meminimalisir intervensi terhadap alam agar tetap terjadi keseimbangan di bumi ini. 

Kedua, memperbanyak ruang publik dan komunitas agar tercipta kreatifitas di dalam diri seseorang. Seperti yang kita ketahui, hal seperti itu hanya terdapat di kota-kota besar sehingga penyaluran bakat menjadi tersendat, padahal jiwa-jiwa muda sangat dibutuhkan dalam pembangunan negeri ini agar dapat bersaing dengan bangsa lain dengan kemampuan yang dimiliki. 

Ketiga, pembangunan infrastruktur yang merata agar kesenjangan antar daerah dapat dihapuskan. Jikalau bisa, pembangunan dilakukan secara ramah lingkungan atau green building/infrastructure

Keempat, moda transportasi publik yang terintegrasi sehingga makin banyak yang menggunakannya, karena jarang sekali masyarakat yang menggunakan transportasi publik. 

Kelima, menjadi Ibu Kota Negara yang "Smart" dalam hal apapun, Industri, keamanan, energi, Sumber Daya Manusianya, hingga yang tak kalah penting adalah pemerintahannya agar dapat terwujud kota yang cerdas dan modern. 

Itulah beberapa harapan dari penulis sebagai Warga Negara Republik Indonesia, apapun keputusan akhir dari pemerintah nanti akan penulis dukung sepenuhnya demi kemajuan Indonesia. Tugas kita adalah tetap mengawasi dan mendukung pemerintah. Semoga saja dengan pemindahan Ibu Kota meningkatkan perekonomian di Kalimantan yang berdampak pada kesejahteraan sosial, dan tidak ada lagi drama padamnya listrik di Kalimantan sebagai penghasil Batu bara ini. Semoga saja harapan-harapan ini dapat terwujud  untuk Indonesia dengan simbol identitas bangsa yang smart, green beautiful dan sustainable.