Mohon tunggu...
Nazmi Fawwaziah
Nazmi Fawwaziah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Uinsgd

@naz.miii_

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Seberapa Penting Kesehatan Mental?

4 Desember 2022   10:00 Diperbarui: 4 Desember 2022   18:46 112
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebelum membahas lebih jauh, sebenarnya seperti apa sih mental yang sehat itu? Apakah yang selalu merasakan senang, atau yang selalu merasa damai? atau yang bagaimana?
Di era sekarang kesehatan mental sering kali di sepelekan, banyak kasus-kasus bunuh diri yang disebabkan kurang nya pemahaman dan perhatian manusia terhadap kesehatan mental.

Singkatnya, kesehatan mental adalah dimana seorang individu merasa mampu menghadapi dan mengatasi tekanan di dalam hidup normal dalam berbagai situasi. Dalam hal ini berarti kesehatan mental sangat diperlukan, jika kesehatan mental terganggu maka akan timbul gangguan mental yang akan menyebabkan pola hidup individu itu berubah. Mulai dari cara menghadapi tekanan, masalah atau bahkan menghadapi orang-orang disekitar.


Banyak diantara kita yang tidak jarang menyepelekan mental orang-orang di sekitar kita, kalimat- kalimat seperti 'jangan baper dong, becanda kali' yang menurut mereka sepele tapi berdampak bagi mereka yang merasa dirinya sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak pernah tahu apa yang sedang dia alami, masalah apa yang sedang dia hadapi, hal apa yang sedang dia pikirkan. kita sebagai makhluk sosial harus peka akan hal itu karena tidak semua orang bisa menerima ucapan kita.
Biasanya kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa berat dalam kehidupan yang meninggalkan dampak besar, seperti trauma pada  kepribadian dan perilaku seseorang yang akan menimbulkan hasrat untuk menyakiti diri sendiri.


Saya punya seorang teman yang pernah mengalami trauma yang cukup berat di hidup nya, sebut saja dia SM. SM ini memiliki trauma yang sampai sekarang masih berdampak dengan apa yang sedang dia jalani, akibat trauma yang dia alami akhirnya membuat dia menjadi seorang yang sensitif, yang membuat pandangan dan pola pikirnya berubah terhadap suatu hal. Saya sebagai teman dekat nya yang tau permasalahan hidup nya sangat prihatin. Saya selalu berusaha mensupport dan mengingatkan dia untuk tidak melakukan self harm walaupun sebenarnya bisa saja apa yang saya katakan tidak dihiraukan.


Seberat apapun masalah yang sedang dihadapi, kasih 1 alasan sederhana untuk tetap melanjutkan hidup. Mari kita saling menjaga kesehatan mental kita juga orang-orang di sekitar kita dengan menjaga pola hidup yang positif.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun