Mohon tunggu...
Nathasia Amanda
Nathasia Amanda Mohon Tunggu... Media Relations

Keep Writing

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

UPH Beri Prinsip dalam Menghadapi New Normal dari Perspektif Desain Interior

7 Juli 2020   16:56 Diperbarui: 7 Juli 2020   16:51 15 2 0 Mohon Tunggu...

Ketika waktunya dunia tengah beradaptasi dengan pembatasan jarak sosial atau social distancing, sebagian besar gaya hidup masyarakat telah berubah-ubah. Sekarang rumah menjadi tempat aktivitas dalam setiap segi kehidupan masyarakat, mulai dari istirahat, bekerja, hingga hiburan seperti menonton film. 

Apalagi situasi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, namun sebagian besar desain rumah tidak dibentuk untuk bisa menunjang semua aktivitas tersebut. Mengetahui hal tersebut, program studi (prodi) Desain Interior Universitas Pelita Harapan (UPH) pun membagikan 3 prinsip utama yang dapat diterapkan agar hunian dapat beradaptasi dengan gaya hidup "New Normal".

Guna membahas hal tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) mengadakan Webinar bertajuk "Interior Design in New Normal" pada 27 Mei 2020. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian acara "Liburan Bareng Yuk!" #DirumahAjaTetapSeru, yang digelar UPH bersama prodi Desain Interior UPH untuk menambah wawasan para siswa/i SMA, khususnya mereka yang akan memilih prodi desain interior di universitas, agar mendapatkan gambaran mengenai prodi tersebut.

Kondisi "New Normal" membuat kebiasaan-kebiasaan yang ada di masyarakat menjadi berubah. Begitu pula dalam perancangan interior juga perlu mengalami beberapa adaptasi agar bisa menyesuaikan dengan kebiasaan baru masyarakat. Namun, ada beberapa prisnip yang harus diperhatikan dalam merancang sebuah ruangan. Prinsip tersebut ialah human centered design, historicity culture tradition, dan interdiscipline sustainability technology.

Dosen prodi Desain Interior UPH Elya Kurniawan, menjelaskan dalam prinsip Human Centered Design, ditekankan bahwa desain interior tidak dapat lepas dari kehidupan manusia sebagai pengguna utamanya. Bukan hanya soal menata, tapi harus memahami kebutuhan manusia yang berbeda-beda sampai keseluruhannya. Kebutuhan manusia yang terus berubah juga didukung oleh prinsip historicity culture tradition. 

Dalam prinsip ini, desain interior harus melihat sejarah dan peristiwa sebelumnya, dari situ desainer harus bisa membuat keadaan Kembali seperti semula sehingga desain yang dibuat tidak asal-alasan dan bisa berubah mengikuti zaman berikutnya.

Kemudian prinsip interdiscipline sustainability technology. Ilmu yang digunakan tidak hanya dari desain saja tapi bisa dari ilmu-ilmu lain yang mendukung contohnya teknologi. Desain interior yang dipadukan dengan teknologi dipercaya dapat menjadi salah satu cara dalam menangani situasi "new normal"

"Kita bisa menyelesaikan masalah virus misalnya dengan teknologi. Bagaimana kita bisa megatur aliran udara atau cahaya yang masuk ke ruangan sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini," Jelas Elya.

Melalui webinar ini, prodi Desain Interior UPH tidak hanya memberikan pengetahuan dan wawasan tentang desain interior di era new normal, tetapi juga memberikan pengenalan tentang studi Desain Interior kepada para peserta yang umumnya siswa SMA dari berbagai daerah.

Bagi siswa/i SMA yang tertarik di bidang desain khususnya desain interior, kuliah di UPH bisa menjadi pilihan yang tepat karena mahasiswanya dibekali untuk dapat merancang ruang-ruang interior yang harmonis dan yang mendukung interaksi, emosi, dan kebutuhan manusia.

Program studi Desain Interior UPH juga mempunyai tiga fokus utama yaitu human centered design, design sustainability, dan redemptive impact. Tiga nilai ini akan menjadi dasar kuat membangun interior yang memiliki fungsi maksimal di tengah kondisi yang baru ini. Mahasiswa juga akan dibekali dengan berbagai workshop, praktik lapangan, dan difasilitasi dengan berbagai kompetisi sehingga lebih terampil dalam menghadapi kebutuhan nyata di masyarakat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN