Mohon tunggu...
Nasrul Alimuddin
Nasrul Alimuddin Mohon Tunggu... Lainnya - Akun Asli Seorang Blogger

Akun asli seorang blogger, terkait apa saja yang sering dibagikan dapat dilihat di url blog saya: https://sipfromptk.blogspot.com. https://rajanyasharing.blogspot.com. Website: https://www.arsipku.my.id. Email: nasrul.matc.na@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pemahaman Syariat yang Keliru

8 April 2022   03:16 Diperbarui: 8 April 2022   03:45 316
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kekeliruan, siapapun bisa mengalaminya

Beberapa TS yang saya ikuti di grup Tasawwuf, masih banyak orang yang tidak bisa membedakan mana syarat dan apa itu syariat, bahkan syariat it sendiri diartikan sebagai syarat. Karena terpengaruh dengan dialeg daerah, syarat dikatakn sarat atau sara', dan syariat itu sendiri adalah syareat atau sareat atau sarea' (pengucapan lidah bugis dan makassar). Lalu sebagian orang pada saat ngomong syariat, itu selalu diartikan sebagai syarat.

Salah satu contoh penjelasan pemahaman tentang syariat yang saya kutip dari TS seseorang di grup-grup Tasawwuf.

================================
Syareat = Sarat, yang dimaksud sarat di sini adalh syahadat. Sarat masuk Islam adalah syahadat
================================

Isi TS di atas menunjukkan pemahaman yang masih keliru tentang kosakata Syareat (Syariat) dan Sarat (Syarat).

Untuk menjelaskan syariat, haruslah dikembalikan pada asal bahasanya, syariat dan syarat adalah dua kosa kata yang bukan alih bahasanya apalagi bersinonim.

Adapun syahadat, itu dilakukan sebelum bersyariat, sehingga tiada syariat tanpa syahadat.

Syariat itu baru dilakukan setelah mengucapkn syahadat, dan syariat bukanlah syarat. Adapun seseorang setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, yang pling pertama yang harus dipelajari adalah syariat, dan apa saja yang bisa dipelajari dalam syariat?

Adapun yang bisa dipelajari dalam syariat itu seperti tata cara, kisah, amsal atau perumpamaan, syarat, sejarah Nabi dan Rasul, kehancuran sebuah bangsa, hukum, balasan, dan sebagainya.

Berbicara syariat dan syarat, seperti pembicaraan bunga dan melati, tumbuhan dan rumput, hewan dan kucing, dan sebgainya.

Bunga bukanlah melati, dan melati sudah tentu salah satu jenis bunga

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun