Mohon tunggu...
Galih
Galih Mohon Tunggu...

http://www.gubuktani.com

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Bertani di Rumah Sendiri (Bagian 2. Media Tanam)

3 Januari 2014   17:59 Diperbarui: 24 Juni 2015   03:11 0 2 2 Mohon Tunggu...
Bertani di Rumah Sendiri (Bagian 2. Media Tanam)
13887453141249363200

[caption id="attachment_313347" align="aligncenter" width="300" caption="Media tanam"][/caption]

Setelah mengenal berbagai teknik budidaya tanaman lahan sempit, untuk memulai kegiatan bercocok tanam, alangkah baiknya jika mengetahui pula berbagai media tanam.

Media tanam adalah suatu media atau bahan yang digunakan untuk tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, media tanam juga merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam.

Mengenal media tanam dalam kegiatan bercocok tanam merupakan suatu keharusan, karena media yang akan digunakan untuk menanam harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Hal ini dikarenakan tidak semua jenis tanaman memiliki habitat yang sama. Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam, kita harus memiliki pemahaman mengenai karakteristik media tanam yang berbeda-beda dari setiap jenisnya.

Bahan Organik

  1. Arang Arang merupaka hasil dari pembkaran kayu atau batok kelapa, media ini sangat cocok untuk daerah dengan kelembaban tinggi, karena arang dapat mengikat molekul air dalam jumlah banyak. Media ini banyak digunakan pada tanaman angrek. Media ini bersifat buffer (penyangga), keunggulannya adalah dapat menetralisir dan mengadaptasikan kelebihan nutrisi yang seringkali menjadi kesalahan dalam pemberian pupuk, selain itu media ini sulit untuk ditumbuhi jamur, hal ini dikarenakan tekstur arang mudah lapuk.
  2. Pakis Media pakis terbuat dari batang dan akar pakis hutan yang dicacah dan  dikeringkan. Di pasaran, umumnya media ini terjual dalam bentuk cacahan dan lempengan persegi empat. Kelebihan dari media ini adalah memiliki airase dan drainase yang baik, mampu mengikat air namun kondisi tidak terlalu lembam, sehingga sangat baik dalam menunjang perkembangan perakaran tanaman, namun kekurangannya adalah media ini sering mengundang semut, rayap, atau hewan-hewan kecil lainnya yang dikhawatirkan dapat mengganggu akar tanaman.
  3. Spaghnum moss Adalah media tanam yang terbuat dari lumut-lumutan yang hidup di gunung-gunung sub tropis pada ketinggian 2500 mdpl. Kelebihan dari media ini adalah mampu mengikat banyak air sampai 80% dan mengandung unsur nitrogen sebanyak 2-3%, sehingga media ini sangat cocok digunakan untuk tanaman hias dan pembibitan
  4. Kompos Merupakan media tanam yang dihasilkan dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik seperti jerami padi, daun, dll. Proses fermentasi dilakukan oleh bakteri pengurai. Kelebihan media ini adalah dapat memperbaiki kesuburan tanah baik secara kimiawi, biologis, maupun fisik. kompos banyak mengandung unsur hara mikro dan memiliki pH netral. Kompos sangat baik dalam mengikat air, tetapi juga memiliki pororositas yang baik pula, sehingga dapat meneruskan kelebihan air.
  5. Pupuk kandang Hampir sama seperti kompos, namun pupuk kandang merupakan proses fermentasi dari kotoran hewan. Secara umum, pupuk kandang memiliki banyak unsur hara baik makro maupun mikro, selain itu pupuk kandang juga mengandung mikro organisme perombak bahan organik sehingga sangat efektif dalam menjaga sifat biologis tanah
  6. Serabut kelapa Sesuai dengan namanya, media ini terbuat dari serabut kelapa yang digiling hingga halus. Kelebihan media ini adalah dapat mengikat air sangat kuat dan banyak memiliki unsur hara mikro, namun kelemahannya adalah media ini cepat berjamur jika kelebihan air, serta penggunaannya yang sedikit repot karena media ini harus direndam dulu dengan fungisida untuk memastikan media terhindar dari jamur saat digunakan sebagai media.
  7. Sekam padi Merupakan media yang terbuat dari kulit gabah, media ini dapat digunakan langsung (tanpa pembakaran) atau dijadikan arang sekam (dengan pembakaran). Disarankan untuk pembaca agar menggunakan sekam padi yang telah melalui proses pembakaran (arang sekam), hal ini dikarenakan sekam yang belum dibakar harus melalui tahapan yang sama dengan serabut kelapa yaitu merendaman dengan fungisida agar terhindar dari jamur, selain itu arang sekam lebih unggul dalam kandungan hara karena selain memiliki kadar karbon yang tinggi, arang sekam bersifat mudah hancur, sehingga dapat membantu pemulihan tekstur tanah menjadi gembur.
  8. Serbuk gergaji Limbah yang dihasilkan dari pabrik atau pengerajin kayu dapat juga dimanfaatkan sebagai media tanam.Kelebihan dari media ini adalah teksturnya yang tidak begitu padat, sehingga memudahkan akar untuk berkembang, namun kekurangannya adalah media cepat berjamur, sehingga madia ini akan lebih cocok jika digunakan dalam fase pembibitan.

Bahan Anorganik

  1. Gel Gel atau Hydrogel adalah suatu jaringan rantai-rantai polimer buatan yaitu sejenis karet yang kekenyalannya mendekati agar - agar yang mudah menyerap air. Hidrogel merupakan polimer penyerap super (superabsorbent) yang mampu menyerap air hingga 99%.Bahan-bahan pembentuk hydrogel biasanya terdiri dari polyvinyl alcohol, natrium polyacrylate, polimer-polimer acrylate lainnya dan ko-polimer dengan kelompok hydrophilic (pengikat air) yang melimpah. Keuntungan dari media ini adalah dapat memastikan ketersediaan air bagi tanaman, praktis, murah. media ini sangat cocok untuk tanaman in door, sebagai hiasan meja, atau untuk para hobiis tanaman yang senang bepergian.
  2. Pasir Pasir merupakan salah satu media alternatif pengganti tanah, hal ini disebabkan beberapa tekstur fisik dalam jenis tanah tertentu memang tersusun oleh pasir, oleh sebab itu banyak tanaman baik tanaman hias maupun produksi yang cocok dengan media ini. Kelebihan dari media ini adalah kemampuan airase dan drainase yang baik, pasir mampu menyerap banyak air namun mudah juga untuk kering. Oleh karena itu, pasir akan lebih cocok jika dijadikan media tambahan, bukan sebagai media tunggal, karena akan sangat merepotkan untuk mengatur nutrisi dan air jika pasir dijadikan media tunggal.
  3. Kerikil Pada dasarnya penggunaan kerikil tidak jauh berbeda dengan pasir yaitu sebagai media tambahan. Kerikil memiliki pori yang lebih besar dari pasir yang memungkinkan air akan habis dengan cepat, karena itu, media ini banyak dimanfaatkan untuk media pada pertanian hidroponik.
  4. Limbah (pecahan) bata Media ini tergolong limbah yang jarang diperhatikan, hampir disetiap sudut bangunan yang baru saja berdiri, dapat dijumpai pecahan bata, pecahan bata ini dapat dimanfaatkan untuk dijadikan media tanam. Keunggulan dari media ini adalah teksturnya yang keras, sehingga pecahan-pecahan bata ini dapat menahan cengkraman akar tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh tegak, sedangkan kelemahannya adalah media ini miskin hara, sehingga perlu diperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman tersebut.
  5. floralfoam Media ini adalah media yang terbuat dari spons. Keunggulan dari media ini adalah dapat menyerap air dalam jumlah besar dan dapat menyimpannya dalam waktu yang lama, namun kelemahannya, media ini cenderung mudah rusak, dan mudah berjmur jika tidak diatur perawatnnya. Media ini lebih direkomendasikan pada proses perkecambahan benih, setelah benih dalam media spons berkecambah, barulah dipindah ke media lain.
  6. Styrofoam Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimerstyren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. media ini lebih direkomendasikan pada pertanian hidoponik karena media ini tidak mengandung unsur hara apapun, malah jika dipakai berlebihan, media ini akan merusak tanah untuk jangka waktu yang lama. Hal ini dikarenakan media ini tidak mampu diuraikan oleh tanah
  7. Vermikulit Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan Halium. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman. Jika digunakan sebagai campuran media tanam, vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman. ( Anonim )
  8. Perlit Berbeda dengan vermikulit, perlit merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Sebagai campuran media tanam, fungsi perlit sama dengan Vermikulit, yakni menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya serap air. Penggunaan vermikulit dan perlit sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan dengan bahan organik untuk mengoptimalkan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara. ( Anonim )

TANAH

Sedikit ulasan tentang media tanah dimana media ini tidak saya cantumkan diatas, hal ini dikarenakan tanah tidak bisa dikategorikan dalam media organik maupun anorganik.

Tanah tersusun dari empat bahan utama, yaitu: bahan mineral, bahan organik, air dan udara. Bahan penyusun tersebut jumlah masing-masing berbeda untuk setiap jenis tanah ataupun lapisan tanah. Tanah mempunyai beberapa karakteristik yang terbagi dalam tiga kelompok diantaranya adalah sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi. Karenanya, tanah tidak dapat digolongkan sebagai media organik maupun anorganik.

KESIMPULAN

Dalam lingkup budidaya, tanah memiliki peran penting yaitu sebagai media utama (kecuali untuk tanaman tertentu), karenanya, dalam memilih media tanam diharapkan para hobiis atau para pelaku budidaya lebih memilih media utama tanah yang dikombinasikan dengan media lain seperti yang diuraikan diatas dan disesuaikan dengan tanaman yang akan ditanam.

[caption id="attachment_313350" align="aligncenter" width="300" caption="Campuran media tanam"]

1388745566834754016
1388745566834754016
[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x