Mohon tunggu...
Napa
Napa Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar/Mahasiswa

Hobi membaca

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Persaingan Pasar Monopolistic dan Pasar Oligopoli

2 Desember 2022   12:09 Diperbarui: 2 Desember 2022   16:06 124
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pengertian Pasar monopolistic dan Pasar oligopoli.

Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang berada di tengah-tengah dua bentuk pasar yang ekstrim: persaingan sempurna dan monopoli. Akibatnya, beberapa cirinya bersifat monopolistik, sementara yang lain mirip dengan pasar yang sepenuhnya kompetitif. Pasar persaingan monopolistik adalah pasar di mana banyak jenis barang yang berbeda diproduksi oleh banyak produsen yang berbeda (different products) . 

Pasar persaingan tidak sempurna dapat didefinisikan sebagai pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sedikit, bahkan terkadang hanya ada satu penjual dan pembeli. Akibatnya, oligopoli, yang mengacu pada pasar dengan hanya beberapa pemasok yang menawarkan produk yang identik satu sama lain, adalah salah satu jenis pasar persaingan tidak sempurna. 

Pembatasan struktur pasar oligopoli yang berpihak pada sejumlah kecil produsen dapat diartikan bahwa setidaknya produsen dalam suatu pasar akan menghasilkan kondisi saling ketergantungan yang saling menguntungkan, bahkan jika ada ratusan produsen dalam suatu pasar. Secara umum, oligopoli didefinisikan sebagai situasi di mana hanya dua sampai sepuluh perusahaan yang menguasai pasar, baik secara individu (independen) atau kooperatif (ketika perilaku perusahaan saling bergantung). 

A. Ciri-Ciri Pasar Monopolistik

Adapun beberapa ciri-ciri dari pasar monopolistik, diantaranya adalah sebagai berikut : 

1. Terdapat Banyak Penjual  Ada banyak penjual, tetapi tidak sebanyak yang ada di pasar yang benar-benar kompetitif. Karena perusahaan-perusahaan di pasar monopolistik berukuran relatif sama, produksi satu perusahaan kecil jika dibandingkan dengan seluruh pasar dengan semua produksinya.

2. Barangnya Bersifat Berbeda Corak Karakteristik ini sangat penting untuk membedakan antara pasar monopolistik dan pasar persaingan penuh. Dalam persaingan pasar ini, produksi berbeda dalam gaya dan dapat dibedakan secara visual. 

3. Perusahaan Memiliki Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga Kemampuan perusahaan monopolistik untuk mempengaruhi harga muncul dari sifat barang-barang yang diproduksi, dengan gaya yang berbeda-beda. Perbedaan ini menyebabkan pembeli membuat pilihan, seperti lebih memilih barang satu perusahaan daripada yang diproduksi oleh orang lain. Akibatnya, bahkan jika sebuah perusahaan menaikkan harga barang-barangnya, ia masih dapat menarik pelanggan, bahkan jika jumlah pelanggannya lebih rendah dari sebelumnya. Namun, jika perusahaan menurunkan harganya, akan sulit untuk menjual semua barang yang diproduksinya. 

4. Relatif Mudah Untuk Masuk Ke Dalam Industri/Pasar Memasuki pasar persaingan monopolistik tidaklah sesulit memasuki pasar monopoli atau oligopoli, tetapi memasuki pasar persaingan penuh tidaklah sesederhana itu. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa modal yang dibutuhkan relatif tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan yang 3 beroperasi di pasar yang sangat kompetitif dan harus menawarkan barang yang berbeda dari yang sudah tersedia. 

5. Sangat Aktifnya Persaingan Promosi Penjualan Harga tidak menentukan ukuran pasar, sebuah perusahaan mungkin menjual produk dengan harga yang cukup tinggi namun menarik banyak pelanggan untuk membelinya. Sebuah perusahaan, di sisi lain, dapat menjual barang-barangnya dengan harga rendah tetapi tidak dapat menarik pelanggan. Oleh karena itu, untuk menarik pelanggan, pelaku usaha harus terus aktif melakukan promosi, meningkatkan pelayanan, serta mengembangkan desain dan kualitas produk.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun