Mohon tunggu...
Najwa Azizah Badjideh
Najwa Azizah Badjideh Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Ekonomi dan Bisnis

Selanjutnya

Tutup

Money

Halal Value Chain Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah

31 Oktober 2021   09:00 Diperbarui: 31 Oktober 2021   09:57 1224
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: http://surl.li/amyga


Perlahan namun pasti Indonesia semakin menguat sebagai pusat gravitasi ekonomi syariah dan industri halal dunia . Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, ekonomi syariah Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun.Pada 2018, Indonesia berada di peringkat 10 besar dunia. Angka itu kian naik menjadi peringkat ke-5 pada 2019. Pada 2020, ekonomi syariah naik menjadi peringkat ke-4. 

Indonesia memiliki peluang untuk menjadi produsen halal dunia. Hal ini dibuktikan dengan semakin aktif Indonesia mengikuti pameran halal di berbagai negara dan menjalin kerja sama dengan negara-negara muslim di dunia. Sektor industri produk halal terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional selama pandemi Covid-19. Potensi industri halal tersebut diimbangi dengan potensi industri keuangan syariah nasional yang tak kalah besar.

Menurut laporan Islamic Finance Development Indicators (IFDI) 2020, Indonesia masuk lima besar negara dari 135 negara berdasarkan nilai asetnya yang mencapai USD3 miliar, di bawah Arab Saudi (USD17 miliar), Iran (USD14 miliar), Malaysia (USD10 miliar), dan Persatuan Emirat Arab (USD3 miliar). Indonesia menjadi negara dengan penduduk mayoritas muslim dengan jumlah SDM yang banyak seharusnya menjadikan Indonesia sebagai pusat perkembangan ekonomi syariah di dunia. Indonesia dapat meningkatkan ekspor barang halal ke negara-negara muslim, selain itu banyak negara non muslim mulai menerapkan halal lifestyle sehingga ini menjadi peluang besar bagi Indonesia.

Kerja sama  Indonesia dengan negara-negara muslim dapat meningkatkan nilai ekspor produk halal seperti produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Tentunya ini tidak terlepas dari peran produsen produk halal Indonesia. Sinergi, kolaborasi, dan kemitraan antara pelaku usaha besar dan pelaku usaha mikro dan kecil, serta ultra mikro harus diperkuat guna mengembangkan halal value chain agar tujuan pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Apa itu  Value Chain? Value chain atau biasa dikenal dengan rantai nilai adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa (Porter, 1985). Salah satu strategi dalam upaya pencapaian visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia adalah penguatan rantai nilai halal (halal value chain). Halal value chain atau rantai nilai halal adalah kegiatan yang meliputi beberapa sektor indutri halal seperti makanan, kosmetik, fesyen, dan farmasi.


Agar mata rantai ekonomi halal (Halal Value Chain) Indonesia yang kompetitif serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan pemberdayaan ekonomi umat, memerlukan 4 hal penting. Pertama, mempercepat dan mengakselerasi sertifikasi halal. Dalam forum Khadijah ISEF 2021 HYBRID EVENT dengan tema “Menuju Sejuta Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM” pada Kamis (28 Oktober 2021) Indonesia mempunyai visi untuk menjadikan Negara Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia pada tahun 2024 mendatang. Kedua, membangun ekosistem Halal Value Chain melalui integrasi antara unit-unit usaha baik usaha kecil, menengah, dan besar. Pemerintah telah merencanakan program untuk meningkatkan UMKM di Indonesia. Salah satu program pemerintah adalah PPUMI dimana organisasi ini berfokus untuk perberdayaan perempuan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi bertujuan untuk menambah pemahaman dan kreatifitas perempuan tentang UMKM dan juga sertifikasi halal. Ketiga, mengembangkan fokus produk yang kompetitif, yaitu makanan halal (processed food), fesyen muslim, pariwisata, kosmetik, dan farmasi serta energi terbarukan. Keempat, produksi dan pemasaran yang lengkap ujung ke ujung (end to end). Dengan adanya program pemerintah terkait UMKM, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran produk halal tersebut. Menteri Perdagangan menyampaikan, Kementerian Perdagangan memiliki beberapa strategi peningkatan ekspor produk halal. Strategi ini menggabungkan berbagai instrumen yang tersedia yaitu memanfaatkan instrumen kebijakan, seperti kebijakan relaksasi ekspor-impor untuk produk halal tujuan ekspor, menguatkan akses pasar produk halal Indonesia di pasar luar negeri, dan menyiapkan berbagai program untuk penguatan pelaku usaha ekspor produk halal.

Halal Value Chain merupakan strategi Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai  pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, beberapa cara diantaranya dengan meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai produksi barang halal dan percepatan  sertifikasi halal, serta  peningkatan ekspor produk halal. Dengan potensi yang kita miliki dan usaha serta kolaborasi antara semua pihak yang terkait, kita harapkan ekonomi dan keuangan syariah akan mampu membangkitkan ekonomi rakyat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional, serta visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia dapat terwujud.

Disusun oleh : Najwa Azizah Badjideh,  Nabilla Az Zahra

REFERENSI

https://www.kemendag.go.id/id/search/sinergi-erat-pemerintah-dan-masyarakat-dorong-indonesia-menjadi-pusat-produsen-halal-dunia-1

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun