Mohon tunggu...
Hamdan Najarudin
Hamdan Najarudin Mohon Tunggu... Guru - Seorang Guru, blogger

Orang yang sehari-harinya bergelut dengan anak-anak, yang berharap agar apa yang di sampaikan mampu membuat mereka menjadi anak-anak yang hebat.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Hal yang Sering Dilupakan Anak-anak terhadap Perlakukan Gurunya

10 November 2022   19:55 Diperbarui: 10 November 2022   20:12 96
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Setiap kata yang kita sampaikan dan setiap perintah yang kita ucapkan kepada anak-anak, atau setiap yang kita lakukan terkadang cara pandang anak-anak terhadap apa yang kita sampaikan dan kita perintahkan berbanding terbalik dengan apa yang kita maksud. 

Sebagai seorang guru tentu apa yang disampaikan, apa yang diperintahkan atau apa yang dilakukan sudah pasti punya tujuan yang baik. Namun, tidak sedikit anak-anak yang cenderung menganggap bahwa apa yang disampaikan, apa yang diperintahkan atau apa yang dilakukan guru kepada mereka sebagai beban dan menilai guru tidak mengerti akan keinginan mereka. 

Banyak anak-anak yang lambat memahami makna atau tujuan dari kata-kata atau perintah dari gurunya tersebut, mungkin juga dilupakan. Berikut hal-hal yang tidak diketahui makna atau tujuan dari kata-kata, perintah dan perbuatan yang dilakukan guru kepada anak didiknya. 

1. Guru Suka Menegur Kalau Anak Jarang Masuk

Saya sering menegur kepada anak-anak yang jarang masuk. Teguran ini saya anggap sebagai bentuk perhatian dan penanaman nilai tanggung jawab dan disiplin. Tidak ada maksud lain apalagi benci. 

Penanaman disiplin ini saya anggap perlu ditanamkan sejak dini, karena bagaimanapun juga mereka pada saatnya nanti akan bersosialisasi di lingkungan yang penanamannya disiplinnya tidak kenal toleransi, berbeda dengan di sekolah yang masih ada dispensasi. 

2. Guru Harus Masuk Mengajar

Sebagai guru tentu tugas kita adalah mengajar. Apakah anak pada saat kita masuk kelas psikologisnya mau menerima kita atau enggak, kita tetap harus menunaikan kewajiban kita sebagai guru. 

Inilah yang kadang anak-anak belum memahami bahwa dalam setiap jiwa seorang guru itu sudah tertanam rasa tanggungjawab yakni melaksanakan amanah. Maksudnya kita sebagai guru telah menerima amanah dari orang tua mereka untuk siap mendidik anak-anak mereka, agar menjadi anak-anak yang soleh dan soleha. 

Jujurly amanah yang diberikan orang tua mereka kepada kita, sungguh berat untuk dijalankan. Namun, karena dengan dasar ibadah dan pengabdian, amanah itu kita terima. Anak-anak mungkin tidak tahu bagaimana konsekuensi ketika kita sebagai guru tidak melaksanakan kewajiban mengajar, minimal ada konsekuensi yang akan kita terima, yaitu konsekuensi kita kepada orang tua mereka dan konsekuensi terhadap Tuhan. 

3. Memberikan Hukuman

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun