Edukasi

Maraknya "Cyber Bullying" di Media Sosial

28 November 2018   23:16 Diperbarui: 29 November 2018   00:11 113 1 0

Pada era globalisasi seperti saat sekarang, baik kalangan muda, tua, kaya ataupun miskin mereka tak kenal yang namanya batasan-batasan itu, tak luput berapa waktu yang mereka lalui, berapa uang yang mereka keluarkan, yang terpenting mereka hanya memenuhi hawa nafsu mereka dengan adanya gadget, gadget disini sudah menjadi pegangan nomer satu yang mana dengan adanya gadget ini mereka mampu mengakses hal apapun yang mereka sukai, misalnya mereka mampu berkomunikasi dengan orang yang tak di kenal, dengan adanya gadget ini mampu mengatasi orang yang dalam kesulitan misalnya dalam bepergian, dengan adanya gadget seseorang mampu memesan ojek online yang mampu mengantar kemanapun seseorang akan pergi.

Sebuah gadget sudah pasti ada aplikasi sosial medianya, dengan adanya sosial media ini netizen atau warga net mampu dengan mudah mencibir bahkan membully seseorang melalui sosial media tersebut, misal berkomentar pedas tanpa adanya pikir panjang sebab akibat yang mereka lakukan sebelumnya, yang akan menimbulkan masalah bagi pengguna sosmed lainnya. Contohnya dalam kasus Prabowo Mondardo yang sering disapa dengan sebutan (Bowo Alpenliebe), dimana pada awal ketenarannya dia mengalami hal bullying yang amat sangat parah. Dalam hal seperti ini tentunya hanya support dari keluargalah yang dapat di jadikan motivasi untuk kembali melaksanakan kegiatan sehari-harinya.

Pada dasarnya bullying adalah bentuk dari tindakan atau tingkah laku agresif seperti mengganggu, menyakiti, melecehkan bahkan mengancam yang di lakukan secara sadar, bahkan secara sengaja. 

Yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang, sehingga menyababkan gangguan secara psikis pada diri seseorang yang telah dibully seperti stres, ketakutan, kecemasan secara berlebihan, merasa depresi, susah tidur, dan bahkan menyebabkan seseorang bunuh diri karena efek yang di timbulkan oleh pelaku bullying yang tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi.

Pada kasus Bowo di atas, seharusnya netizen atau warga net dapat lebih bijak lagi pada pengaplikasian gadget. Terutama bagi kalangan anak-anak dan remaja.