Mohon tunggu...
Nadhilah Zafarinah
Nadhilah Zafarinah Mohon Tunggu... 2021

hai

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Kondisi Kantin di SMKN 1 Ngawi Saat Pandemi

27 Januari 2021   08:49 Diperbarui: 27 Januari 2021   09:33 38 2 1 Mohon Tunggu...

Dampak pandemi yang terjadi pada bulan Maret 2020 yang berkepanjangan menyebabkan krisis di Indonesia, bukan hanya di Indonesia saja tetapi di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan berbagai permasalahan terhadap ekonomi Negara.

Dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan semakin dirasakan oleh masyarakat, begitu pula yang dirasakan oleh masyarakat di kota Ngawi. Salah satunya adalah penjual kantin di SMKN 1 NGAWI.

Semenjak bulan Maret 2020 sekolah mulai dialihkan ke daring atau sekolah online yang terjadi sampai saat ini. Hal ini menyebabkan penjual di kantin terpaksa tidak lagi berjualan di kantin sekolah karena pandemi COVID-19.

Dengan begitu, penjual yang berjualan di kantin yang biasa mendapatkan uang 1.000.000 -- 2.000.000 per bulan, sekarang malah tidak ada penghasilan. Meskipun beralih berjualan di rumah, penghasilan yang didapatkan tidak sebanyak seperti berjualan di kantin sekolah.

Hal itu yang dirasakan oleh Mbak Ika (penjual jajan di kantin). Mbak Ika berjualan di kantin sejak tahun 2010 sapai saat ini. Ia mengaku bahwa pendapatannya saat masa pandemi sangat turun drastis, ia hanya mengandalkan suaminya untuk mencari nafkah.

"Sudah 1 tahun saya tidak berjualan di kantin, biasanya 1 bulan saya menghasilkan uang 1.000.000-1.500.000. Saya sudah mencoba berjualan di rumah tapi keuntungan yang saya dapatkan tidak sebanyak di kantin sekolah apalagi saya masih membiayai anak saya yang sedang sekolah. Kalau mengandalkan suami ya tentunya tidak cukup.". Ujarnya.

Harapan masyarakat saat ini adalah semoga keadaan ekonomi lekas membaik, dan keadaan seperti dulu lagi. Sehingga tidak ada krisis ekonomi yang terjadi di Negara kita maupun di Negara lain, dan UMKM yang ada di Indonesia segera stabil dan sejahtera.

Terinspirasi dari puspensos.kemsos.go.id

VIDEO PILIHAN