Mohon tunggu...
Nada Rahmi
Nada Rahmi Mohon Tunggu... Lainnya - Public Relations Student

19 y.o

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Rasa Khas Sate Maranggi Purwakarta yang Legendaris

17 Desember 2021   16:12 Diperbarui: 17 Desember 2021   16:17 394 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber Ilustrasi: Galeri Pribadi

Sate Maranggi merupakan sate dengan cita rasa yang khas dengan bumbunya yang membuat orang merasa ketagihan. Warung sate legendaris ini terletak di Jalan Raya Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. 

Banyak sekali pengunjung dari luar kota yang datang hanya untuk menikmati kenikmatan dari Sate Maranggi ini setiap akhir pekan.Ternyata asal dari rasa khas sate ini memiliki cerita sejarahnya. 

Di mana pada saat itu ada seseorang bernama Mak Ranggi yang menerima daging domba dari hasil kurban. Namun, pada zaman itu belum ada lemari pendingin untuk menyimpan daging agar tetap awet dan tidak membusuk.

Akhirnya Mak Ranggi mengambil satu cara untuk mengawetkan daging domba dengan membumbuinya menggunakan rempah-rempah. Dari bumbu rempah itu daging domba dilumuri dan diawetkan. Sehingga ketika proses pembakaran asap yang dikeluarkan berbau sedap.Setelah dicoba ternyata rasa dari daging sate sangat lezat. 

Hal ini membuat Mak Ranggi dan anaknya mencoba berjualan di sekitar daerah Plered. Tidak disangka banyak sekali pengunjung yang berdatangan karena wangi asapnya yang sangat mengundang selera. Saat itulah sate dari Mak Ranggi menjadi buah perbincangan di kalangan masyarakat sehingga tercetuslah nama dengan sebutan Sate Maranggi.

Saat ini daerah Kecamatan Plered menjadi tempat wisata kuliner yang legendaris dari makanannya yang khas, yaitu Sate Maranggi. Karena sate di sana menggunakan bumbu turun-temurun seperti yang dibuat oleh Mak Ranggi. Setiap harinya sate selalu habis oleh pengunjung di sana maupun dari luar kota.

Adapun cara dari pembuatan sate ini, biasanya pedagang memilih daging domba yang masih muda. Daging tersebut dipotong menjadi ukuran yang kecil dan ditusuk menggunakan tusuk sate. 

Setelah itu, daging dimarinasi dengan bumbu rempah rahasia dan sedikit gula aren. Bumbu inilah yang membuat sate tetap terasa enak walau tidak menggunakan sambal tambahan. Proses memarinasi daging kurang lebih 30 menit hingga 1 jam. Jika bumbu sudah meresap dan daging terlihat seperti dendeng, sate siap untuk dibakar.

Sate ini biasanya di santap dengan nasi yang dibungkus oleh daun pisang dan dalam bahasa Sunda biasa menyebutnya dengan timbel. Aroma dari nasinya pun terasa khas karena terdapat wangi yang dihasilkan dari daun pisang. 

Selain itu, bumbu kecap dari Sate Maranggi pun berbeda dari yang lainnya. Sate pada umumnya biasanya menggunakan bumbu kacang atau bumbu kecap yang ditambahi irisan bawang, cabai, dan tomat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kuliner Selengkapnya
Lihat Kuliner Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan