Mohon tunggu...
Lala_mynotetrip
Lala_mynotetrip Mohon Tunggu... Menjadi pribadi lebih baik, berusaha terus belajar.

Blogger pemula|menyukai petualangan sederhana|penulis amatir|S.kom |pecandu buku|Sosial Media creative|Ide itu mahal|yuk menulis|www.mynotetrip.blogspot.co.id

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Kenaikan UMP dan Produktivitas

6 November 2019   23:34 Diperbarui: 6 November 2019   23:37 0 0 1 Mohon Tunggu...
Kenaikan UMP dan Produktivitas
Sumber asli gambar : liputan6

Hampir setiap tahun Pemerintahan menaikan Upah Minimum Provinsi dan tahun 2020 Pemerintah menetapkan kenaikan UMP sebesar 8,51%. Sebagian kalangan menyambut hal ini dengan bahagia atau gembira namun tidak sedikit yang merasa tidak puas dengan kenaikan tersebut. 

Kenaikan UMP 2020 seharusnya disyukuri dan semoga saja kenaikan UMP tersebut tidak diiringi dengan kenaikan Listrik, bahan pokok dan bahan bakar. Karena kenaikan iuran BPJS 100% pun cukup mencengangkan. 

Kita harus optimis dan berpikiran terbuka, meski pada kenyataanya setiap tahun UMP mengalami kenaikan namun diiringi juga dengan kenaikan bahan-bahan pokok dan tidak jarang kenaikan tarif angkutan umum. Tetapi tidak bisa dipungkiri kenaikan UMP kadang berimbas pada PHK, pemangkasan tenaga kerja. 

Bagai 2 mata uang memang, kenaikan UMP akan menambah pengeluaran perusahaan dan perusahaan pasti akan memperkirakan pemasukan dan pengeluaran, sehingga terjadi pengerucutan struktur di Perusahaan alias pengurangan pegawai dengan alasan efesiensi dan efektifitas. 

Tidak jarang setiap kantor atau perusahaan menyiapkan penilaian bagi karyawan-karyawannya, bicara tentang produktifitas kerja. Terkadang karyawan-karyawati lebih produktif ketika berada dimasa trainning, kontrak. Setelah melewati masa-masa tersebut seolah mendapatkan sebuah kebebasan untuk santai (meskipun tidak semuanya begitu). Padahal seharusnya tiap pekerja menyadari bahwa adanya kenaikan sallary akan berdampak pada tuntutan kenaikan produktifitas kerja agar Perusahaan mendapatkan pemasukan lebih besar dari prngeluaran (salah satunya pemberian gaji). 

Jadi jangan disia-siakan kenaikan UMP, jangan tutup mata pada dampak dari krnaikan UMP. Dimana para pekerja yang statusnya masih trainning dan kontrak kemungkinan akan kena libas. Silahkan diatur kembali bagaimana cara meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja. Manfaatkan waktu kerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan tempat kita bekerja dan ingat naiknya UMP tidak serta merta membuat kita menambah cicilan atau meningkatkan gaya hidup. Sesungguhnya cara terbaik dan cara bersyukur saat mendapatkan kenaikan UMP adalah dengan cara menabung dan berinfaq atau sedekah. 

Supaya gaji dan rezeki yang diperoleh lebih berkah dan bisa dipakai saat ada keadaan darurat. Yups, dana tabungan dan dana darurat itu idealnya selalu dinaikkan saat UMP mengalami kenaikan. Jadi jangan naikkan gaya hidup, mari tingkatkan tabungan dan sedekah. Saat kita dapat memanage keuangan dengan bijak, saat itu juga kita memberikan rasa syukur secara nyata dan terimplementasi dengan tepat.

Kenaikan UMP tahun 2020 merupakan satu hal yang harud disikapi dengan bijaksana dan dengan pengelolaan keuangan yang tepat. Sehingga kenaikan tersebut lebih terasa dampaknya bagi kehidupan secara pribadi atau keluarga bahkan Ber Negara. Selain itu meningkatkan produktifitas juga merupakan hal yang utama, agar apa yang kita terima (kenaikan) lebih bermanfaat dan tidak numpang lewat doang. 

Yuk, siapkan mental-perhitungan matang untuk menyambut kenaikan UMP 2020.