Mohon tunggu...
Danang Arief
Danang Arief Mohon Tunggu... Psikolog - baca, nulis, gowes adalah vitamin kehidupan

Menekuni bidang pengembangan organisasi I Menulis agar bermanfaat bagi sesama

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Solusi dari Masalah Besar Itu Seringkali adalah Hal-hal yang Sepele

25 Juni 2022   07:23 Diperbarui: 26 Juni 2022   20:47 318 15 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi masalah di tempat kerja (Sumber: shutterstock)

Apa masalah besar yang saat ini sedang dihadapi perusahaan Anda?

Banyak komplain dari pelanggan, piutang usaha menumpuk, alat-alat produksi sering rusak atau banyak produk reject?

Apapun permasalahannya, manajemen sudah pasti akan melakukan inisiatif untuk menyelesaikannya. Akar permasalahan diidentifikasi. Tim adhoc dibentuk. Berbagai meeting diselenggarakan.

Namun, masalah tersebut tetap saja tidak kunjung usai.

Pernah mengalami kondisi seperti itu?

Penyebab dari suatu problem besar, seringkali muncul dari hal-hal sepele yang tak terduga. 

Meja kerja yang tidak rapi, filing cabinet yang berantakan, atau banyak karyawan yang datang terlambat adalah beberapa di antaranya. Lalu apa hubungannya tingkat kehadiran karyawan misalnya dengan piutang perusahaan?

Mari kita ulik bersama.

Awalnya, ada beberapa karyawan yang datang terlambat. Mereka dibiarkan saja dan tidak memperoleh konsekuensi apapun. Muncul persepsi di benak karyawan lain jika terlambat itu ga apa-apa.  Akhirnya semakin banyak karyawan yang datang terlambat. 

"Oh, jika datang terlambat ga apa-apa, nonton Netflix sebentar di jam kerja sepertinya boleh juga." Ya seperti itulah kemudian perilaku buruk kecil itu menular.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan