Mohon tunggu...
Mustafa Afif Abd
Mustafa Afif Abd Mohon Tunggu... Berimajinasi. Bernarasi. Berbagi.

| kuli besi tua | penyuka MU & Real Madrid | twitter : @mustafa_afif | bagi yang berminat untuk memberikan pekerjaan, DM via twitter | 🤲

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Politisi, Polite, dan Berisi: Sebuah "Insight" Pasca-viral Arteria Dahlan

10 Oktober 2019   16:24 Diperbarui: 11 Oktober 2019   05:32 0 11 2 Mohon Tunggu...
Politisi, Polite, dan Berisi: Sebuah "Insight" Pasca-viral Arteria Dahlan
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P Arteria Dahlan saat menjadi pembicara dalam diskusi Respublica Political Institute bertajuk Perppu Ormas dan Ancaman Radikalisme di Megawati Institute, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017). (KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

Tulisan ini tidak untuk membahas lebih panjang soal definisi politisi yang sudah banyak ditemukan di berbagai buku, penelitian, tulisan, dan keterangan-keterangan. 

Kita bisa berdebat panjang soal itu, mulai dari paradigma, teori, kriteria, fungsi, idealisme, dan lain sebagainya yang mungkin saja akan berakhir tanpa juntrungan.

Tapi menjadi penting untuk dituliskan, ketika beberapa waktu yang lalu, dan hingga saat ini, ada seorang politisi yang mendapatkan banyak respon dan nyinyiran hingga membuatnya merajai trending topic di twitter. 

Ialah Arteria Dahlan, sosok politisi muda PDI-P yang saat ini menjadi anggota dewan yang terhormat di DPR RI.

Kalimat "Anggota Dewan yang Terhormat" ini perlu disematkan dan dituliskan untuk menghindari "kekecewaan" karena tidak dipanggil atau ditulis demikian, terutama oleh Arteria Dahlan, yang sebelumnya ngomel karena merasa tidak dihormati oleh Komisioner KPK yang tidak menggunakan panggilan "yang terhormat". 

Sementara pada peristiwa lain, ia pernah menggunakan diksi "bangsat" ketika mengkritik habis Kementerian Agama terkait kasus First Travel, meski akhirnya ia meminta maaf. (Baca disini.)

Wajar kemudian ketika masyarakat menyebutnya dengan "sosok yang tidak tahu cara menghormati tetapi minta dihormati: "gila hormat". 

Sama persis dengan sebuah adegan di Mata Najwa yang viral di mana Arteria Dahlan meminta untuk "sopan sedikit" kepada Feri Amsari, sementara dirinya sama sekali tidak sopan kepada Prof. Emil Salim.

Dari beberapa potongan video yang viral tentang acara Mata Najwa yang membahas "Ragu-ragu Perppu".

Kita disajikan adegan memilukan dan menyesakkan tentang bagaimana Arteria Dahlan membentak-bentak, menunjuk-nunjuk, menghardik, dan mengatakan sesat dengan intonasi di luar batas kepada Prof. Emil Salim: sosok guru besar senior yang dihormati oleh banyak orang, bahkan oleh Jokowi, karena integritas dan keilmuannya yang mumpuni.

Sekejap banyak orang merasa hilangnya adab, sopan santun, dan akhlak dari sosok muda yang terlihat pintar, argumentatif, pandai berbicara, dan berpendidikan bernama Arteria Dahlan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4