Mohon tunggu...
Mochamad Usman
Mochamad Usman Mohon Tunggu... -

Saya tinggal di Jawa Barat, Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pemerhati poleksosbud, hobi antara lain kadang membaca dan menulis serta berbagi (share) dan mencari teman untuk berbagi (share)

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kolesterol is the Silent Killer

12 Agustus 2011   15:25 Diperbarui: 26 Juni 2015   02:51 1180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Mengenal Kolesterol

Kolesterol merupakan substansi lemak, yang secara normal dibentuk di dalam tubuh. Kolesterol dibentuk di hati dari lemak makanan. Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol(bahasa Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah. Dalam kondisi normal, kolesterol memainkan banyak peran penting dalam fungsi sel tubuh (antara lain produksi hormon).

Kolesterol ialah jenis khusus lipid yang disebut steroid. Steroid ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon. Steroid lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan testosteron.

Pada keyatanyaanya, semua hormon steroid terbuat dari perubahan struktur dasar kimia kolesterol. Saat tentang membuat sebuah molekul dari pengubahan molekul yang lebih mudah, para ilmuwan menyebutnya sintesis. Hiperkolesterolemia berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah.

Kolesterol darah dapat dibagi menjadi 2 bagian utama:

1.Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), dikenal sebagai ‘kolesterol jahat’

2.Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein), dikenal sebagai ‘kolesterol baik’.

LDL membawa kolesterol dari hati ke sel, sedangkan HDL berperan membawa kolesterol dari sel ke hati. Kadar kolesterol LDL yang tinggi akan memicu penimbunan kolesterol di sel, yang menyebabkan munculnya atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri) dan penimbunan plak di dinding pembuluh darah. Hal ini dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit akibat gangguan pembuluh darah (misalnya: penyakit jantung koroner, stroke, gangguan pembuluh darah).

Di dunia industri pabrikan modern, kolesterol telah dapat dibuat secara sintetik, kolesterol sintetik saat ini banyak diterapkan dalam teknologi layar lebar (billboard) sebagai alternatif LCD.

Penyebab kadar kolesterol tinggi Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu antara lain:

1.Kebiasaan hidup (habit), khususnya pola makan;

2.Faktorgenetik;

3.Diet tinggi lemak;

4.Kelebihan berat badan

5.Kurangnya aktivitas fisik;

6.Kebiasaan merokok, merokok meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL; dan

7.Dapat pula disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan (misalnya: steroid atau pil kontrasepsi).

Tingginya kadar kolestrol dalam tubuh akan menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit. Sebagaimana telah diuraikan, mungkin diantara kita sudah banyak yang mengenal sebutan HDL (High Density Lipoprotein) sebagai si kolesterol baik dan LDL (Low Density Lipoprotein) sebagai si kolesterol jahat. Kemudian tahukah apa sebabnya LDL disebut sebagai ‘the silent killer’.

LDL ‘the silent killer’

LDL, adalah bagian dari keluarga protein dengan tipe low-density lipoprotein, salah satu fungsi dari lipoprotein adalah membawa kolesterol yang tidak larut dalam darah. LDL disebut low density lipoprotein karena partikel LDL cenderung kurang padat apabila dibandingkan jenis partikel kolesterol lainnya. Jadi, dalam kondisi dan jumlah normal LDL sebetulnya diperlukan oleh tubuh.

Lalu kenapa LDL disebut sebagai kolesterol jahat? Hal ini terjadi karena LDL memiliki kecenderungan untuk menempel pada dinding sel darah dan pada saat LDL menempel di dinding sel darah, sel darah putih akan “menyerang” LDL tersebut, yang kemudian akan merubah LDL menjadi bentuk yang berbahaya (oxidized LDL). Semakin lama, tentunya akan semakin banyak LDL dan sel darah putih yang terkumpul pada area tersebut, sehingga akan terjadi penumpukan yang kita kenal dengan sebutan plak. Proses ini cenderung terjadi berlarut-larut dan lama-kelamaan akan menyumbat pembuluh darah. Proses inilah yang membuat LDL dikenal dengan nama kolesterol jahat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun