Mohon tunggu...
Muslifa Aseani
Muslifa Aseani Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Momblogger Lombok

www.muslifaaseani.com Founder www.selongblogger.com

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Bos Baik Itu Rezeki, Jadi Bos Baik Itu Pasti

14 Juli 2021   10:34 Diperbarui: 14 Juli 2021   10:47 181 8 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bos Baik Itu Rezeki, Jadi Bos Baik Itu Pasti
Bersama Pak Haji Edwin di launching Selong Blogger, 11 Juli lalu. Dokpri

Ada yang setuju?  Yang setuju,  pasti yang merasa seberuntung saya,  memiliki banyak deretan bos baik.  Salah satu rezeki terbesar yang menjadi alasan,  dari tebaran kata 'Alhamdulilah' yang saya tuliskan di banyak aktivitas literasi saya.  Rezeki besar,  yang mengantarkan dan menemani sampai saya di titik hari ini. Saya yang mudah menuliskan ini,  dengan ringan hati. 

Lalu,  rezeki bos baik itu seperti apa? 

Untuk ini,  ijinkan saya membaginya ke beberapa list:

Pertama,  murah hati berbagi ilmu. Kalimat ini akan langsung membuat saya bersegera membagikan kebaikan hati bos pertama saya.  Dulu,  masih di tahun akhir kuliah.  Beliau seorang sarjana ekonomi, dan sudah kenyang dengan pengalaman bekerja sebagai akuntan dan manajemen keuangan perusahaan. 

Berkat didikan beliau,  saya hapal luar kepala komposisi dari harga jual satu produk. Bahwa,  kadang-kadang,  tak masalah menetapkan dana pemasaran hampir sebesar ongkos produksi. Demi untuk menghargai nilai lebih dari produk itu sendiri.  Iya,  waktu itu,  saya yang seorang mahasiswa prodi Bahasa Inggris kependidikan,  dipercaya menjadi marketing dari CV T-Moon.  Usaha yang mengolah pelepah pisang kering,  menjadi berbagai karya seni. Cover bill atau menu,  jurnal personal,  dompet daur ulang,  pot gerabah,  bingkai foto dan banyak macam produk lain.  

Kedua,  belajar memberikan keprrcayaan penuh pada karyawan. Yang ini,  'warisan'yang saya peroleh dari bos saya di Semarang.  Lagi-lagi memulai pekerjaan sebagai marketing,  saya diberikan kepercayaan langsung mengelola tiga situs produk online.  Semua proses dari mulai kontak langsung pemilik produk,  manajemen pengiriman produk jika ada transaksi, dan FAQ customer, menjadi tanggung jawab rutin saya.  Bandwith internet turah-turah,  sepanjang hari,  sepanjang pekan,  sepanjang tahun. Jika mau,  akses online tanpa batas,  bisa saja saya pergunakan untuk unduh ini itu. Sekarang barubsaya sadar,  saya samasekali tidak terpikir kesana,  karena sudah asyik sendiri dengan proses tiga situs online tersebut. 

Ketiga,  bos yang asyik. Yang ini,  waktu kembali dari Semarang dan menetap di Lombok. Terlepas dari dekatnya kami,  bos saya ini paling nyentrik.  Tas tes luar biasa,  dan asyik di waktu bersamaan.  Menuliskan tiga kalimat ini saja,  saya otomatis langsung ingin memeluknya.  Sayang,  di kota Mataram (ibukota NTB)  dan kota Selong (kota saya di kabupaten Lombok Timur),  sedang berlangsung PPKM.  Interaksi kami sekarang,  sebatas saling sapa di sosmed. 

Keempat,  bos yang tidak mengenal kata berhenti dari berbuat baik.  Nah,  khusus yang ini,  saya sematkan ke bapak yang ada di foto cover tulisan ini.  Bisa jadi mungkin terlalu awal,  karena saya baru saja mengenal beliau,  kurang dari dua bulan.  Tapi,  namanya rezeki,  bagi saya juga tentang keterlibatan intuisi,. Keyakinan akan masa depan. Yang mempercayai,  ketika kita membuka satu pintu kebaikan, didalamnya berjejer pintu-pintu kebaikan lainnya.  Belum lagi berhitung,  ada berapa banyak jendela di setiap pintu. 

Bismillah,  aamiin.  Saya sungguh berharap,  tulisan ini hanya satu,  dari jutaan kisah baik para karyawan tentang bos mereka.  Untuk ini,  saya selalu mengingat nasehat Dosen Pembimbing KKN saya dulu: 'Ingatlah selalu yang baik-baik. Bagian yang buruk,  disimpan rapat. Syukur-syukur kalau bisa dihapus saja.'

Terima kasih deretan para bos baik.  Tolong doakan saya,  sisi-sisi baik bapak dan ibu,  bisa saya jadikan bekal sebagai ibu terbaik bagi anak-anak,  juga sebagai Ketua Selong Blogger yang seasyik ekspektasi teman-teman pengurus lainnya. 

*Selong 14 Juli 2021

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN