Media

Beribadah dengan Tulisan

14 November 2017   07:31 Diperbarui: 14 November 2017   08:42 200 1 1
Beribadah dengan Tulisan
ilustrasi : https://sketsadalamsunyi.files.wordpress.com/2010/06/26-hmi_belajar_menulis.jpg


Pada saat ini Penulis adalah mahasiswa semester 3 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yasni Muara Bungo prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Penulis memang masih awam dalam bidang menulis. saat ini penulis dalam tahap pembelajaran sesuai dengan mata kuliah yang saat ini dijalani yakni Creative Writing. Mata kuliah ini memang penerapan dari mata kuliah Teknik Wawancara dan Presentasi yakni mahasiswa dituntut untuk mewawancara seorang narasumber lalu dijadikan suatu karya tulisan.

Muhammad Syukri Ismail, S.Th.I, M.A adalah Dosen Pengampu dalam 2 mata kuliah yang berkaitan diatas, Beliau selalu memberi semangat bagi penulis dan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) yang lainya untuk terus menulis. Selain itu, Beliau juga yang memberi saran kepada mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) agar menulis dia  akun Kompasiana.

Penulis teringat akan hal yang disampaikan Beliau sewaktu penulis masih berada di semester 1. Beliau berkata "bikin status On The Way (OTW) terus, kapan sampainya?" dari apa yang telah Beliau sampaikan saat itu membuat penulis terenyuh. Penulis teringat status-status yang penulis tulis di media sosial. Iya, status alay kata anak zaman sekarang yang tidak ada manfaatnya bagi para pembaca dan bagi penulis sendiri.

Penulis juga teringat dengan apa yang Beliau katakan di dalam ruangan sewaktu Beliau sedang mengajar, yakni rahasia cara seseorang dalam menulis. Yaitu dengan cara "sisakan waktu selama beberapa menit dalam rutinitas sehari-hari lalu tulis apa yang anda pikirkan tanpa memikirkan benar atau salahnya tulisan setelah selesai menulis dalam waktu beberapa menit lupakan kegiatan menulis itu jangan lupa di simpan tulisannya. Lalu kembali kerutinitas sehari-hari jangan lupa luangkan waktu untuk kembangkan lagi hasil tulisan yang telah tersimpan tadi. Dan berikut ini adalah contoh 3 menit awal penulis melakukan apa yang di instrusikan Beliau.

"Tugas menulis, membuat saya sedikit bingung dengan apa yang harus saya kerjakaan saat ini. Iya bagaimana tidak bingung, dalam waktu yang singkat kami diperkenankan untuk menulis dengan tema yang bebas. Tema yang bebas memang mudah tetapi menulis dengan yang mudah tidaklah mudah dalam arti yang sesungguhnya. Dari mana saya akan memulai tulisan ini jika saya belum mahir dalam menulis, akan tetapi ini adalah serangkaian kata untuk menulis."

Bisa karena terbiasa, mungkin motivasi itu yang paling tepat bagi penulis yang masih awam akan kegiatan menulis seperti ini. Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu jika kita tidak mau mencoba. Allhamdulillah penulis sekarang bergabung di akun kompasiana dengan teknik tulisan yang masih awam  dan sederhana tetapi mendapat respon yang baik membuat penulis semangat untuk menekuni kegiatan menulis.

Berikut ini kalimat  motivasi yang penulis kutip dari Heri Purnomo dalam tulisanya yang berjudul Apa kata para penulis hebat dari masa ke masa?

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian" (J.K Rowling)

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri" (Kuntowijoyo).

Banyak para penulis yang sudah meninggal tetapi melalui karya tulisnya sewaktu masih hidup kita gunakan saat ini baik itu teori-teori maupun segenap karya tulis yang lainya. Bukankah dengan menulis menjadi suatu ibadah? Tentunya jika karya tulisnya itu bermanfaat bagi orang lain. Seperti yang di jelaskan dalam Hadist Riwayat Muslim berikut "Apabila seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah semua amal perbuatannya, kecuali tiga perkara, yaitu, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, do'a anak sholeh."

Penulis meyakini setiap apa yang kita lakukan jika itu hal yang baik dan bermanfaat pasti akan ada hal yang baik juga untuk diri kita sendiri. Melalui tulisan  kita bisa mengungkapkan apa yang menjadi kegelisahan hati dan kesenangan hati. Selain itu, menulis juga sebagai cara kita untuk berpendapat dan berdakwah. Semoga karya tulisan penulis bermanfaat bagi pembaca dan dapat memotivasi untuk kita menulis, aamiin.



***

Ayo menulis