Mohon tunggu...
Gigih Mulyono
Gigih Mulyono Mohon Tunggu... Peminat Musik

Wiraswasta. Intgr, mulypom2

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Kanada dan Alaska di Musim Gugur, Catatan Perjalanan 15

13 Oktober 2019   10:00 Diperbarui: 13 Oktober 2019   10:06 0 0 0 Mohon Tunggu...
Kanada dan Alaska di Musim Gugur, Catatan Perjalanan 15
Autumn Rocky. Dokpri

4. Vancouver 2

Sore ini kami telah berada kembali di Kota Vancouver. Besok akan mulai berlayar dari Kota ini. Ke Utara, seminggu mengarungi perairan dan wilayah Alaska.

Kemarin, usai menikmati Icefield Columbia rombongan meninggalkan ketinggian Rocky. Bus turun menyusuri jalan panjang, berkelok lengang. Disepanjang perjalanan, Nuansa dan Aroma Autumn semakin kentara. Hamparan padang luas memerah kecoklatan.

Meninggalkan Rocky, Lanskap luar biasa. Ribuan kilometer persegi terpelihara adalah destinasi wisata menakjubkan.

Something to see, to do, to feel, to enjoy, something to experience. Menjadikan Rocky tujuan wisata yang lengkap dan istimewa. Tidak berlebihan, ketika John Denver  begitu memuja kawasan Rocky dengan lirik dan nada nada indah lagunya.

Memunggungi kawasan Rocky. Take me home Country Road, Annies Song, Rocky Mountain High, Sun shine on my shoulder, Fly Away, Leaving on a Jet plane, Perhaps Love dan lagu lagu Denver lainnya seolah mengikuti. Bersama hembusan Angin. Lagu lagu yang Megah, Romantis, Indah, Melankoli dan Sayu.

So kiss me and smile for me, tell me that youll wait for me, hold me like youll never let me go.

Cause Im leaving on a jet plane, dont know when I come back again, O babe I had to go.....

Leaving on a Jet Plane, by John Denver.

Lepas Mahrib Bus sampai di kota Vernon. Menginap semalam di kota kecil ini. Pagi hari meneruskan perjalanan menuju Vancouver.

Dalam perjalanan mampir di kota Kamloops. Bertandang ke gerai, toko pembudi daya Ginseng Kanada.

Menurut Marketer gerai, berasal dari China bisa berbahasa Indonesia, Ginseng Kanada kualitasnya lebih bagus dibandingkan Ginseng Korea. Negara habitat aslinya. Kandungan hara dan mineral lereng Rocky membuat akar tumbuhan yang dipanen saat berumur empat tahun ini lebih berkhasiat. Ginseng Kanada lebih bagus daripada Ginseng Korea, katanya berpromosi dengan nada yakin seribu persen. Sambil menunjuk akar akar Ginseng yang direndam dalam botol botol. Penampakan Ginseng itu seperti embrio embrio jabang bayi di USG.

Sempat pula mampir di Wall Mart, Mall kecil di kota. Menemukan sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin, tetapi benar. Yaitu dagangan Jaket hangat modis dan berkualitas dengan harga yang dibanderol sepertiga dari harga Jaket sejenis di Uniqlo, Jakarta.

Para bapak hampir semuanya membeli Jaket Army Look macho itu. Meskipun Made in Bangladesh tetapi Quality Canada, seperti tertera di labelnya. Bakal disandang untuk meladeni hawa dingin Alaska.

Fenomena relasi Out Sourcing tidak bisa dihindari. Menyebar di seluruh dunia, dalam segala jenis produk. Tidak hanya pakaian. Onderdil, Gadget, Mobil dan hampir segalanya tetapi juga tenaga kerja. Jargon Marketing, bahwa lebih baik memiliki Kualitas dan Pasar daripada punya pabrik berlaku. Seperti kasus Jaket itu, pabriknya di Bangladesh namun Quality dan Market ditangan Kanada.

Memang semua Negara di dunia kini memiliki kesaling tergantungan. Interdepedensi, tidak ada Negara yang mampu hidup menyendiri. Demikian juga berlaku bagi setiap orang. Hargailah orang lain, suatu saat kita akan membutuhkannya.

Di Mall ini Awak bertemu pak Andrianta. Pria Sunda yang sudah cukup lama tinggal di Kanada, duapuluh tahunan. Awak tengah mondar mandir di dalam Mall, ketika pria sepuh itu mendekati dengan menggandeng isterinya bu Michelle, orang Kanada. Menyapa dengan bahasa Indonesia. Suaranya terdengar hepi. Barangkali karena sudah lama tidak berbicara bahasa ini.

Setelah basa basi  Ngobrol ngalor ngidul juga tentang kabar Indonesia, dll. Kami berpisah dengan saling mendoakan.

Melihat gestur, ekspresi dan getaran nada bicara, bisa merasakan betapa pak Andri kangen Indonesia. Kangen akan Bahasa, komunitas, masakan, budaya dan hal lain dari tanah air tercinta. Pepatah lama masih berlaku, Hujan Batu di negeri sendiri lebih baik daripada hujan Emas di negeri Orang. Tentu akan lebih baik lagi, kalau di negeri sendiri juga terjadi hujan Emas.

Pak Andri dan isterinya melambai. Punggung dua sepuh itu perlahan menjauh. Barangkali inilah pertemuan kami yang pertama dan terakhir kalinya. Awak mendoakan semoga pak Andri dan keluarganya sehat bahagia. Aamiin.

Meninggalkan Kamloops, meninggalkan lereng Rocky. Kontur jalanan mulai datar, tidak lagi menurun tajam.

Hujan rintik mengguyur. Hujan pertama bagi kami di Kanada. Dibalik rinai gerimis Vancouver telah di depan mata.

Sebelum waktu early Dinner di resto Brazil, bus berkeliling kota. Gerimis telah reda.  Vancouver nampak basah dan segar.

Tiba tiba semua menegakan kepala. Pauline berujar, kita sedang melewati kawasan Gay. Bus menyusuri Rainbow Street. Konon jalan ini menjadi etalase, wilayah kaum Gay untuk Hang out, Jalan jalan, janjian dan juga Karnaval.

Pemerintah Kanada rupanya mengikuti Denmark dan Belanda. Juga memperbolehkan pernikahan sesama jenis. Sesama Laki laki atau Perempuan. Apakah Filosofi yang mendasari ketentuan ini? Entahlah.

Orang orang Rusia sangat membenci hubungan sejenis meskipun juga  Negara yang sama sama dihuni mayoritas bule.

Barangkali Kanada menganggap Hubungan sejenis adalah satu penyakit seperti halnya penyakit yang lain. Gula, Darah Tinggi, Jantung dll. Diakui eksistensinya dan disembuhkan dengan cara memberikan kebebasan. Kebalikan dengan Rusia, menyembuhkan fenomena ini dengan membasmi.

Pauline menunjuk beberapa kamar di bangunan bertingkat yang memasang poster Pelangi di jendelanya. Itu adalah  penanda kalau penghuninya seorang atau pasangan Gay.

Para rombongan menarik nafas dan meringis. Entah bayangan apa yang tergambar di pemikiran masing masing.

Early dinner all you can eat di resto Rio ala Brazil. Para pramusaji Cewek Cowok Latin mondar mandir menenteng berbagai jenis Steak. Siap mengiris dan menumpahkan ke piring piring.

img-20190909-182238-2-compress30-5da2939d097f3636ce1e5f32.jpg
img-20190909-182238-2-compress30-5da2939d097f3636ce1e5f32.jpg
All you can eat card. Dokpri
All you can eat card. Dokpri
Para pengunjung dibekali kartu dengan dua permukaan. Berwarna Hijau dan permukaan sebaliknya berwarna Merah. Warna Hijau bertuliskan Sim por favor, artinya masih mau makan. Warna merah bertulis I Give Up, aku nyerah tidak pingin makan lagi.Ternyata para wisatawan Nusantara cepat menyerah dalam urusan Steak ini. 

Tak perlu waktu lama, kartu warna merah bertebaran di meja. Para pramusaji cakep itu melirik, tersenyum penuh arti. Entah apa maknanya.Meninggalkan resto, berjalan kaki menuju Bus. Menilai Kanada dengan segala keindahan dan kemuramannya, jadi teringat perkataan Almarhum Zainuddin MZ, Dai Sejuta umat itu.

Jangan mengukur baju orang lain dengan tubuh sendiri, katanya. Barangkali kita akan keliru kalau menilai Kanada dengan kultur Indonesia.

Kemudian ucapan pak Kyai yang kedua. Ilmu membuat hidup lebih Mudah, dengan Seni kehidupan menjadi Indah. Dan dengan Beragama hidup menjadi lebih Terarah. Tiga hal itu; Berilmu, Berseni dan Beragama adalah pembelajaran besar yang bisa dipetik dari negeri Kanada.
 
Malam ini kembali kami menginap di Vancouver. Mempersiapkan untuk perjalanan  besok.

Biasanya saat mengikuti perjalanan wisata, setelah satu minggu adalah saat mulai mengalami kejenuhan. Kangen segera pingin pulang. Namun karena besok adalah perjalanan dengan moda yang  lain, berlayar dengan Kapal besar. Semangat kami untuk berpelancongan tak pudar.

Besok akan berlayar, Cruising seminggu dengan Kapal Crystal Symphony.
Kapal pesiar Putih berlantai sebelas, kapasitas hampir seribu orang. Panjang lebih dari dua ratus meter. Dengan berbagai lounge, Restoran, Kolam Renang, Golf Driving, Panggung Pertunjukan dan juga Pertokoan.

Akan melayari perairan liar, Negara Bagian termuda Amerika Serikat. Negara Bagian ke 49, Alaska.

Awak menjejer koper koper rapi di depan pintu. Lalu naik ranjang, bersiap tidur nyenyak.
      

Canada Ginseng. Dokpri
Canada Ginseng. Dokpri
Selesai bagian Kanada

VIDEO PILIHAN